by: Mahardhika Zifana

Bagi Dino, pendaki tulen, Araratsalah satu dari empat gunung tertinggi dunia di perbatasan Turkiadalah gunung yang puncaknya bakal menjadi tiket bagi puncak impiannya, menaklukkan Himalaya. Tapi siapa sangka bagi gerilyawan Kurdi, Ararat adalah benteng akhir perlawanan terhadap pemerintah Turki. Apalagi bagi Milisi Tamanin, kelompok tradisonal yang mempercayai diri sebagai keturunan Nuh as dan penjaga suci Bahtera Nuh as, Ararat adalah segala-galanya.
Di Bandung Esa dan Nisa begitu terkejut mendengar kabar lenyapnya Dino bersama seluruh tim pendaki lainnya. Mereka pun terbang dan Esa rela menjadi pendaki dadakan demi mencari dan menyelamatkan adik iparnya itu. Bagaimana Esa, bersama seorang pejuang Kurdi dan seorang wartawan gigih, melewati berbagai kendala dan teror untuk mendaki Ararat itu menjadi titik awal bagi tersingkapnya tabir dari lorong-lorong misterius ke Arah Bahtera Nuh as. Di bawah ancaman desingan peluru dan gigitan salju, mereka terus bergulat menembus teka-teki yang seakan tak berujung.
Namun, betulkah bahtera Nuh as itu masih utuh terpelihara di bawah permukaan puncak Ararat? Dan, betulkah bahtera itu merupakan pusat rahasia yang dapat meneropong segala rahasia termasuk keberadaan harta karun Sulaiman as?

www.mediabuku.com

0 komentar:
Posting Komentar