Kamis, 06 Agustus 2009

Ayat-Ayat Tauhid

by: dr. Mhammad Thohir, Sp.KJ
Dalam perkembangan Islam sejak awal abad ke-20, atau sejak era konsolidasi Islam pasca penjajahan Barat, 'Tauhid' dipandang dan dijadikan sebagai doktrin sentral dari seluruh ajaran Islam, mulai dari masalah aqidah, syari'ah, politik, sosial, dan peradaban. Tauhid dinilai sebagai bingkai pemikiran, sikap dan perilaku serta kreativitas umat Islam, dalam menghadapi segala macam tantangan kontemporer dan sekaligus sebagai identitas Islam.

Dalam keyakinan umat Islam, klasik maupun modern, 'Tauhid' telah ditempatkan sebagai kunci pembuka untuk memasuki "gerbang Islam" dalam arti seseorang tidak dapat diakui dan dibenarkan menjadi muslim dan mukmin, selama dia belum mengakui dan meyakini doktrin 'Tauhid' yang ditetapkan dalam Islam.

Semenjak masa Rasulullah SAW sampai sekarang, doktrin 'Tauhid' mengarahkan umat manusia untuk mengakui dan meyakini ke-Maha Esa-an Allah SWT dalam segala dimensi dan makna yang terkait dengan Allah, yakni Maha Esa dalam wujud-Nya (La Ilaha Ilallah), dalam sifat-Nya (Laisa Kamitslihi Syai'un), dalam ciptana-Nya (Huwa al-Kholiq al-Bari' al-Mushawwiri), dan lain sebagainya. 

Wahyu (Al-Qur'an) dan akal manusia memberikan kompetensi kepada manusia untuk dapat menemukan kebenaran 'Tauhid' ini, dengan berbagai cara dan tingkatan. Dalam ayat-ayat Al-Qur'an banyak sekali ungkapan : "agar mereka memikirkannya" atau 'agar kamu menalarnya", dan yang searti, setelah kalimat-kalimat sebelumnya memaparkan fenomena dan keajaiban makhluk-makhluk ciptaan Allah SWT, dan sekaligus mengindikasikan ke-adikuasaan Penciptanya.
Pendekatan yang dilakukan oleh penulis yang seorang santri sekaligus seorang dokter dalam karya beliau "AYAT-AYAT TAUHID", merupakan hasil pemahaman dan perenungan yang mendalam, tanpa mengurangi sikap kritis dan analistik dalam memaknai ayat-ayat 'Tauhid'. Pendekatan yang maudlu'iy (tematik) seperti ini, sekarang menjadi kebutuhan di semua bidang keilmuan, seperti ekonomi, politik, sains & teknologi, kedokteran & pengobatan, sosial budaya, maupun agama. Buku seperti ini patut menjadi bacaan umat. 


www.mediabuku.com

0 komentar: