Rabu, 21 April 2010

Cara Cerdas Nabi Mengoreksi Kesalahan Orang Lain

by: Syekh Muhammad Saleh al-Munajjid
Inilah buku yang bisa membantu Anda melakukan sesuatu yang sungguh sulit: mendorong seseorang berubah, menjadi lebih baik. Syekh al-Munajjid menyajikan metode dan teknik Nabi saw. dalam menegur dan meluruskan kesalahan orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda.

Ada beragam cara dan pendekatan yang dikembangkan Nabi, sebab ada beragam alasan pula mengapa seseorang melakukan kesalahan atau keburukan, seperti ketidaktahuan, kekeraskepalaan, atau karena dorongan atau pengaruh dari orang lain.

Watak, kepribadian, dan konteks suatu kesalahan juga memengaruhi perubahan sikap dan perilaku seseorang. Maka kita mesti memahami watak dan perilaku orang-orang di sekitar kita sehingga kita bisa memilih dan menerapkan metode yang paling efektif untuk menyadarkan dan memperbaiki perilaku seseorang.

Santun dalam menuntun. Penuh hikmah dalam berdakwah. Bijak ketika mengajak kepada yang hak. Mengoreksi tanpa membuat orang sakit hati, malah menerimanya dengan senang hati. Banyak para sahabat tergetar ketika ia meluruskan mereka ke jalan yang benar.  Itulah Nabi Muhammad saw. Segala ucapan dan perbuatannya selalu dipandu oleh wahyu. Begitu pula cara beliau menegur dan mengoreksi kesalahan seseorang. Maka bila kita bisa meneladaninya, niscaya kita menjadi pendidik yang sukses dan efektif. Entah anak, murid, pasangan, kerabat, teman, pasien, atau rekan kerja Anda, Anda bakal memiliki kekuatan untuk menjadikan mereka lebih baik.
Daftar Isi Buku
  • Pengantar: Bijak dalam Mengajak
  • Tulus Menuntun ke Jalan Lurus
  • Melakukan Kesalahan itu Manusiawi
  • 38 Teknik Nabi dalam Menasihati dan Mengoreksi
  • Penutup



www.mediabuku.com

How We Decide

by: Jonah Lehrer
Temuan terbaru ilmu saraf otak tentang cara manusia mengambil keputusan

Kontan atau kredit? Deal or No Deal? Tendang bolanya sebelum atau setelah menyentuh tanah? Hidup ini penuh pilihan. Setiap saat kita membuat keputusan, dari yang sangat penting sampai sepele.

Ditopang hasil-hasil riset terbaru dan pengalaman nyata banyak "pengambil putusan"—mulai para pilot dan investor yang menghadapi risiko tinggi sampai politikus, atlet, tokoh dunia, dan para pembunuh berantai serta pemain poker—Lehrer secara renyah dan meyakinkan menjawab dua pertanyaan pokok: Bagaimana otak manusia membuat keputusan? Dan bagaimana cara membuat keputusan yang lebih baik dan lebih tepat?

Langkah pertama untuk membuat keputusan yang tepat adalah melihat diri kita sebagaimana adanya, melihat isi kotak hitam otak manusia. Kita mesti jujur dalam menilai kekurangan dan kelebihan kita, kelemahan dan kekuatan kita. Sekarang, untuk kali pertama, semua ini dimungkinkan. Kita akhirnya mempunyai alat-alat canggih yang dapat mengintip misteri otak kita, menguak mesin rumit yang membentuk perilaku kita ini. Kini, kita bisa menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan nyata.

Jonah Lehrer adalah editor lepas di majalah Seed dan penulis buku Proust Was a Neuroscientist. Sebagai lulusan Universitas Columbia dan Sarjana Rhodes, Lehrer pernah bekerja di laboratorium milik ahli neurosains pemenang Hadiah Nobel, Eric Kandel. Tulisan-tulisan Lehrer dimuat di The New Yorker, Washington Post, dan Boston Globe. Dia menjadi editor Mind Matters blog di Scientific American dan menulis di blognya sendiri yang diminati banyak orang, The Frontal Cortex.


www.mediabuku.com

The Frog Princess (Sang Putri Katak)

by: E. D. Baker
Putri Emeralda kabur ke sebuah rawa-rawa karena dia tidak bersedia dipaksa menikah dengan Pangeran Jorge. Di sana dia bertemu seekor katak yang dapat berbicara dan mengaku sebagai Pangeran Eadric. Si katak memohon-mohon pada sang putri untuk menciumnya supaya ia bisa berubah menjadi pangeran lagi.

Malang bagi Putri Emeralda. Setelah dicium, si katak tidak berubah menjadi pangeran, justru sang putri ikut berubah menjadi katak! Putri Emeralda panik bukan kepalang. Segala sesuatunya tampak sangat berbeda saat kau menjadi katak. Banyak makhluk yang ingin memangsamu, dan lalat hijau yang menjijikkan merupakan salah satu makananmu.

Ketika mereka berusaha untuk menjadi manusia lagi, keduanya malah ditangkap seorang penyihir jahat. Emeralda dan Eadric bahu-membahu berusaha melepaskan diri dari si penyihir. Berhasilkah mereka kembali menjadi pangeran dan putri?


www.mediabuku.com

Senin, 19 April 2010

Tokyo Underworld

by: Robert Whiting
1945, sebagian tentara pendudukan Amerika Serikat diutus ke Jepang pasca-pendudukan, Nick Zapettisalah satunya. Seorang "East Harlem-Italian" yang datang ke Jepang pada saat itu tanpa membawa apapun, hanya bermodalkan "keyakinan akan banyaknya peluang untuk menjadi sukses disini."

Keluar dari kemiliteran, dia mengawali karirnya di Jepang sebagai pegulat profesional. Lalu dilanjutkan dengan perampok berlian, sebuah loncatan karir yang salah langkah karena diakibatkan oleh kegagalannya sebagai pegulat profesional yang akhirnya menyebabkan dia harus meringkuk di penjara Tokyo lalu di deportasi ke negara asalnya, Amerika. 

Deportasi tidak mematahkan semangatnya untuk mewujudkan "keyakinannya." Dia memutuskan untuk kembali ke Jepang dan menjadi asisten seorang bos Mafia Jepang (Yakuza) pada saat itu. Tidak cukup sampai disini, "keyakinannya" juga memotivasi jiwa bisnis-nya untuk mendirikan sebuah restoran pizza ala Italia pertama di Jepang yang semula hendak dijadikan sebagai pusat kehidupan para penjahat Tokyo pada saat itu. Dari sini dia dinobatkan oleh "para pelaku kehidupan malam Tokyo" sebagai "the king of Roppongi and Mafia boss of Tokyo," dan menjadi akrab dengan para makhluk dari dunia-kriminal yang terkenal karena reputasi buruk atau kekejaman mereka.

Sebuah kisah nyata yang sangat menarik untuk dijadikan pelajaran. Di sebuah negara asing, dengan budaya dan gaya hidup masyarakatnya yang berbeda, seorang diri tanpa keluarga dan kerabat, tanpa modal finansial, bahkan tanpa suatu perencanaan matang, hanya bermodalkan "keyakinan"  dan keberuntungan yang jatuh-bangun, membawa nama seorang Nicola Zapetti melambung menjadi orang nomor satu di dunia kriminal Jepang pada zaman tersebut. 

Buku ini juga memberikan sebuah sudut-pandang baru pada saat Jepang pasca-pendudukan Amerika. Bagaimana Jepang yang tadinya sebagai bangsa yang terkalahkan dan terpuruk dapat menjadi salah satu pemain-ekonomi dunia yang sangat berpengaruh.

Warner Brothers Studio sedang mengadaptasi buku ini ke layar lebar.


www.mediabuku.com

Kamis, 15 April 2010

Gurun Cinta

by: François Mauriac
Novel Pemenang Grand Prix du Roman de l'Academie Française

Seorang pria dan anak lelakinya ingin memiliki wanita ini ...

Novel memukau karya pemenang Hadiah Nobel Sastra 1952 ini menjanjikan pengalaman membaca tak terlupakan bagi orang-orang yang tak takut merenungkan hasrat manusia secara terbuka. Inilah karya terbaik François Mauriac—salah satu pengarang terkemuka dunia—yang berhasil menggondol Grand Prix du Roman de l'Academie Française pada 1926.

Gairah seorang remaja lelaki berusia delapan belas tahun terhadap seorang wanita dewasa—itulah tema novel klasik yang menakjubkan ini.
Tanpa sepengetahuan masing-masing, seorang ayah dan anak lelakinya jatuh cinta kepada wanita yang sama. Bagi sang ayah, wanita ini adalah godaan untuk meninggalkan keluarga dan karier demi sekilas kebahagiaan terakhir. Bagi sang anak, wanita ini adalah sasaran gairah ragawi yang dirasakan sedang tumbuh di dalam dirinya.

Wanita itu sendiri—cantik, menarik, misterius—memiliki efek sangat berbeda bagi kedua lelaki … meskipun itu di luar kehendak si wanita.

François Mauriac: Penulis Pemenang Hadiah Nobel Sastra.


www.mediabuku.com

Good Wives

by: Louisa May Alcott
Bagaimana kelanjutan cerita March bersaudari—Meg, Jo, Beth, dan Amy—setelah LITTLE WOMEN?  

Meg kini telah menikah. Sebagai istri, dia banyak belajar—kadang-kadang dengan hati nelangsa—bahwa kehidupan berkeluarga tidak selalu mudah dan menyenangkan. Namun, dia selalu berhasil mengambil hikmah dengan bantuan suami yang dihormatinya. Mereka pun dikaruniai anak kembar.

Si tomboy Jo kecewa: karena kata-katanya yang tak terjaga dan gengsinya yang terlalu tinggi untuk tidak menarik kembali apa yang telah dikatakannya, dia kehilangan kesempatan untuk berpetualang ke Eropa bersama Bibi March. Sang bibi meminta Amy untuk menemaninya di Eropa. Hubungannya dengan Laurie—yang kini sudah tumbuh menjadi jejaka—pun memburuk. Bukan hanya itu, pemuda kaya itu menjalin hubungan cinta dengan Amy di Eropa. Bagaimana perasaan Jo dengan kasus "pagar makan tanaman" ini? Bagaimana pula kelanjutan karier kepenulisannya yang akan membawa dia bertemu dengan suaminya?

Sementara itu, Beth yang pemalu tetap tinggal di rumah. Ternyata, dia belum benar-benar pulih dari penyakit yang nyaris merenggut nyawanya sebagaimana diceritakan dalam LITTLE WOMEN.

Dalam GOOD WIVES, Louisa May Alcott masih mempertahankan cerita sederhana seputar kehidupan keluarga, tapi tentu saja tetap kaya makna dengan riak konflik yang semakin beragam dan humor segar.


www.mediabuku.com

Rabu, 14 April 2010

[resensi buku] A Message of Love yang Meneduhkan Hati

Rini Nurul Badariah, rinurbad.multiply.com

Seperti They Want Me to be Bright, novel bernuansa islami cukup kental ini berbicara tentang pendidikan. Tentu saja di AMoL, cakupannya lebih luas. Penulis menyebut metode beberapa sekolah, dan dengan representasi dialog karakter-karakternya, mengungkapkan kekaguman serta inspirasi yang terdorong oleh sejumlah bacaan menyoal topik itu, di antaranya Totto-chan. 

Sub plot yang paling merebut hati saya adalah perihal kedua kakek Zahra, Opa Sakri dan Eyang Anang Sumargana. Hubungan kakek dan cucu yang mesra, dibauri aspek-aspek pengajaran yang indah seperti menulis dengan tinta, semangat berbagi ilmu meskipun telah pensiun, dan menerjemahkan buku bahasa Belanda, menyentuh batin sampai ke dasar. Tanpa sungkan penulis mengemukakan bahwa kedua sosok menawan ini terlahir dari profil kakek-kakeknya sendiri, membaca uraian demi uraian mengenai mereka menjerat saya dalam perenungan melodius. Pasalnya, saya merasa disuguhi cerita tentang seseorang yang sangat saya kenal dan memiliki kepedulian serupa pada perkembangan masyarakat sekitar, utamanya di pedesaan, seperti Eyang Anang dan Opa Sakri.

Pautan hati kakek dan cucu digedorkan dalam bentuk mimpi, yang hadir selaku pembuka karya fiksi bersampul hijau menyejukkan penglihatan ini. Ada kalanya mimpi bukan bunga tidur, ada pula mimpi yang bukan rekayasa setan lantaran kita lupa membaca doa, tetapi mimpi yang menggema ke nurani sehingga seorang Zahra yang merasa hidupnya monoton dalam perambatan karir belaka terdorong untuk mengikuti petunjuk dari masa lalu. 

Mengapa tagline di muka menyebut-nyebut cinta dan persahabatan? Itu pulalah yang dikuak dalam konflik lain A Message of Love. Tiga perempuan yang menjadi karib, diterpa badai kepercayaan dan keraguan meski telah seperti saudara selama bertahun-tahun, karena asmara. Terbetik pesan bahwa seorang akhwat juga manusia, bisa terperangkap cinta sekaligus hasrat menggebu untuk menunaikan keinginannya segera menikah. Kekecewaan yang berkepanjangan digambarkan sangat baik oleh penulis, tanpa jatuh dalam napas sentimentil yang over dosis. Penghujung romansa yang membuat gemas ini dapat ditebak pada titik tertentu.

Elemen personal yang dijumput penulis untuk mempercantik karyanya ini bukan hanya profil kedua kakek, para pendidik yang menerbitkan rasa kagum melimpah, namun juga dialek Malaysia Aziyah, teman kuliah Zahra, yang sangat ''nyata'' mengingat penulis sempat bermukim di negeri jiran cukup lama. 

Faktor lain yang tidak kalah memukau ialah aroma Sunda dalam sebagian latar cerita. Saya tersenyum-senyum kala Zahra, Mutia, dan Dania nyaris pingsan diberondong suguhan makanan serta selalu harus makan setiap kali mampir bertandang [mengingatkan pada masa KKN di Sumedang yang meledakkan lambung]. Terdapat sedikit kemelesetan dalam dialog bahasa Sunda dengan penduduk, namun tidak menjadi soal sebab dewasa ini, warga di daerah pun lebih fasih berbahasa Indonesia dibanding menggunakan bahasa leluhur. Bila selama ini para pelancong hanya menjelajah sekitar Bandung dan tempat berbelanja alias FO, membaca A Message of Love akan membetot rasa ingin tahu akan adanya desa elok bernama Cibulan Wetan di perbatasan Garut-Tasikmalaya. 

Penulis menyisipkan adegan menarik ihwal garis batas yang harus dipatuhi seseorang dalam pola asuh ibu dan anak. Zahra merasa iba pada anak kecil yang rewel karena tidak diberi permen, lalu mengulurkan satu kepadanya. Meski tak lupa berterima kasih, sang ibu menjelaskan bahwa perbuatannya bukan tanpa alasan. Kadang anak-anak menggunakan rengekan sebagai senjata, dan ibu tersebut tidak ingin buah hatinya terbiasa memperoleh segala yang diinginkan begitu saja. Terlebih, ia sudah terlalu banyak makan permen. [hal. 220-223]. 

Yang terang, membaca novel ini membuat saya kian cinta menetap di desa. Sebagaimana petikan berikut,

"Tidak semua tempat di dunia mampu menawarkan kebahagiaan seperti di sini, Zahra," kata Eyang suatu hari, duduk di dalam saung bambunya di tengah hamparan kuning padi dan kicauan burung. [hal. 26]


www.mediabuku.com

A Message of Love

by: Tria Barmawi
Semua bermula dari bunga tidur yang berisi pesan kepada Zahra untuk mencari sebuah buku kecil milik kakeknya. Dengan ditemani kedua sahabatnya, Zahra pun melakukan pencarian dan mulai menjejakkan kaki di berbagai tempat. Hingga akhirnya, mereka bertemu dengan Khairi, sosok pemuda desa yang tawadhu dan cerdas yang banyak membantu misi Zahra.

Kemudian cinta hadir di antara mereka. Zahra pun disekap dilema, antara kariernya yang menanjak dan gaya hidup Khairi yang konvensional. Dan dalam perhitungan Zahra, cinta akhirnya mengalah.

Belum lagi Zahra selesai menyusun kepingan puzzle tentang buku kecil sang kakek yang misterius, datang pula kepingan baru yang ditawarkan oleh orang yang bernama 'sahabat' kepadanya. Benarkah kepingan-kepingan itu adalah serupa mozaik yang bersiap menghancurkan ketulusan Zahra?

Tria Barmawi lahir dan besar di Bandung. Setelah lulus dengan gelar Sarjana Teknik dari jurusan Teknik Informatika ITB tahun 1999, Tria bekerja sebagai konsultan Teknologi Informasi di perusahaan multinasional. Tahun 2004 ia berhenti bekerja untuk mengurus anak pertamanya dan mulai menulis. 

Sejak menerbitkan buku pertamanya di akhir tahun 2005, Tria telah menerbitkan total 7 buah buku solo dan 3 antologi, yaitu Lost in Teleporter, Cinta Andromeda, Tarothalia, Upit Kejepit, The Lunch Gossip, Topsy Turvy Lady, Siapa Bilang Kawin itu Enak?, Biarkan Aku Mencintaimu dalam Sunyi, La Tahzan for Mothers, dan Jilbab Traveler.


www.mediabuku.com

[artikel dinamika] Waspadai Peredaran Buku Bajakan

Koran Seputar Indonesia, 14 April 2010

YOGYAKARTA (SI) – Masyarakat diminta waspada terhadap peredaran buku-buku bajakan di sejumlah kawasan di Yogyakarta.Mereka harus jeli membedakan buku asli dan palsu pada saat membeli. 


"Biasanya yang dibajak adalah buku-buku tertentu. Misalnya, kamus dan buku-buku best seller (laris)," kata Sekretaris Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sholeh UG kepada wartawan kemarin. Buku-buku bajakan masih ada yang beredar di Yogyakarta, tapi jumlahnya tidak begitu banyak. Rata-rata buku tersebut merupakan selundupan dari luar kota dan dijual di sejumlah kawasan penjualan buku. Di antaranya di Shoping Center Jalan Senopati dan kios-kios buku di Terban. Menurut Sholeh, peredaran buku-buku bajakan di Yogyakarta tidak begitu banyak dan masih tergolong belum mengkhawatirkan. 

IKAPI akan berusaha terus mengontrol peredaran buku-buku palsu agar tidak menguasai pasaran. "Tidak benar jika dikatakan 80% buku di Yogyakarta adalah buku bajakan.Ada tapi jumlahnya sedikit,"tandasnya. Untuk mengantisipasi peredaran buku bajakan, IKAPI bekerja sama dengan instansi pemerintah mengadakan buku murah bagi masyarakat. Buku-buku dijual dengan diskon minimal 60% dari harga normalnya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tertarik dan lebih memilih membeli buku murah daripada buku bajakan. "Namun, harganya memang tidak bisa semurah buku bajakan. Sebab, penerbit harus membayar royalti kepada penulis dan mengurus perizinan," ujar Ketua IKAPI DIY Syarif Tholib. 

Dia berharap masyarakat jeli ketika membeli buku.Jika mengetahui ada buku bajakan yang beredar di pasaran,diharapkan segera melaporkannya ke Kantor IKAPI DIY. Menejer Area Toko Buku Gramedia Jateng-DIY Danang Priyadi mengatakan, buku-buku yang biasa dibajak di antaranya kamus yang ditulis John M Echols, dasardasar ilmu politik, ilmu kedokteran. "Kami sudah pernah mengeluarkan biaya hingga Rp750 juta untuk memberantas peredaran buku bajakan tapi tidak ada hasilnya," ucapnya. Manajer Toko Buku Toga Mas Jalan Gejayan Sheny Wardani menambahkan, buku bajakan biasanya beredar di pusat penjualan buku pinggir jalan bukan di toko buku besar.Sebab,toko buku tidak sembarangan menerima bukubuku dari penerbit. 

Menurut pengelola dua toko buku besar tersebut, secara kasatmata buku-buku palsu dapat mudah diketahui. Cirinya, cetakan agak buram,warna coverbuku akan terlihat renggang (tidak rapat) jika dilihat memakai kaca pembesar, tidak ada hologram pengaman, halaman kata pengarang kabur, dan cetakannya tidak rapi. (abdul malik mubarak) 

www.mediabuku.com

[resensi buku] Meraih Ketenangan Berfondasikan Ma\\\'rifatullah

Nur Mursidi, Majalah Hidayah edisi 103/Maret 2010

Suatu hari Rasulullah ditanya seorang sahabat. "Ya Rasulullah kami telah banyak berdoa. Tapi kenapa doa kami tak dikabulkan?" Rasulullah pun menjawab "Sebab kalian berdoa kepada Tuhan yang tidak kalian kenal."

Hadits nabi itu menegaskan bahwa mengenal Allah (ma''rifatullah) adalah kunci utama dari sebuah doa. Bahkan ibadah (baik itu shalat, haji maupun puasa) yang tidak disertai cinta dan ma''rifat kepada Allah, akan sia-sia. Secara syar''i memang bisa dikata sah, tapi ibadah itu akan jadi sebuah ritual yang semata-mata menggugurkan kewajiban, tak memiliki ruh. Tak meninggalkan bekas dan menimbulkan keberkahan. Hal itu tidak lain, karena ma''rifatullah adalah pengetahuan yang paling penting bagi seorang hamba.

Ironisnya, problem mendasar itu banyak dihadapi umat di zaman sekarang ini. Tak salah, jika Zen Muhammad al-Hadi prihatin melihat kondisi ini -di mana tak sedikit umat yang tergantung pada materi dan kekuasaan. Sementara, Allah yang sejatinya satu-satunya Dzat yang menjamin keselamatan di dunia dan di akherat justru "dikalahkan". Bahkan, kita –jika mau jujur—mungkin mengenal Allah hanya dalan bentuk tulisan dan ucapan yang tak mampu mengantarkan kepada pengetahuan untuk mengenal Allah yang sesungguhnya.

Padahal, ma''rifatullah itu bukti keimanan seorang hamba. Lewat ma''rifatullah itu, seorang bisa memiliki cinta dan kerinduan pada Allah. Ibadah dijalani bukan karena pahala, melainkan cinta dan rindu kepada Allah. Hasil dari ma''rifatullah itu, hati akan tertanam keyakinan (iman) yang memperngaruhi instrumen hidup seorang. Maka orang bisa meraih ketanangan hidup karena ia tak lagi tergantung pada selain Allah, melainkan hanya pada Allah. Persoalan yang dihadapi pun akan diterima dengan lapang, karena ia yakin itu pilihan Allah terbaik dan akan mendekatkan dirinya kepada Sang Khalik.

Akhir kata, buku ini adalah buku yang bisa membangkitkan kesadaran pembaca untuk mengenal Allah lebih dekat. Tak rugi jika pembaca menjadikan buku ini sebagai referensi untuk mempertebal keimanan. (n mursidi)


www.mediabuku.com

[resensi buku] Sejarah Kehidupan Para Sahabat Nabi

Nur Mursidi, Majalah Hidayah edisi 105/Mei 2010

Sungguh beruntung, orang-orang muslim yang hidup di zaman Nabi. Mereka itu tak saja diberi kesempatan Allah untuk mendampingi, meneladani, menimba ilmu (dari Nabi), menjadi pembela perjuangan Nabi tapi tergolong generasi pertama peradaban Islam yang dilimpahi kecintaan yang terpancar dari jiwa Rasulullah. Dari para sahabat itulah, lahir pejuang hebat, pemimpin berani, teladan umat yang gemilang dan penerus tangguh perjuangan nabi.

Tak salah, jika para sahabat itu mendapat tempat istimewa di hati nabi, "Jangan mencela para sahabatku. Demi Allah Yang Menggenggam jiwaku! Sekali pun seseorang mendermakan emas sebesar Bukit Uhud, nilainya tidak akan sama dengan satu mud –atau bahkan setengahnya—kebaikan yang didermakan para sahabatku." (HR Muslim).

Kebaikan para sahabat Nabi itu memang tidak perlu diragukan. Maklum, mereka memiliki komitmen mempertahankan iman dan rela mengorbankan diri mereka untuk menjaga keselamatan Nabi. Segulung penderitaan, caci makin, pengucilan bahkan segala bentuk intimidasi yang dilancarkan orang-orang kafir ternyata tidak menjadikan mereka lemah. Justru mereka semakin cinta kepada Nabi.

Sebut di antara mereka: Abu bakar, Ali ibn Abi Thalib, Utsman ibn Affan, Sa`ad ibn Abu Waqqash, Zubair ibn Awam, Thalhah ibn Zubair, Abdurrahman ibn Auf. Sekali pun penderitaan harus mereka panggul dengan luka menganga yang terus datang tiada henti, tak sekejap pun mereka berpaling dari cahaya Islam. Keputusan di hati sahabat-sahabat itu untuk memeluk Islam dan membela nabi, tak tergoyahkan. Bahkan, para sahabat itu rela mengorbankan nyawa mereka demi membela Nabi.

Buku yang aslinya berjudul Fi Shuhbati al-Rasul saw –karya Nizar Abazhah-- ini sungguh apik dan mengagumkan dalam menghimpun rekaman jejak para sahabat Nabi. Penulis berhasil mengisahkan kehidupan para sahabat Nabi dengan narasi yang bernas, mengalir, dan mengaduk emosi. Wajar jika buku ini mampu menyentuh hati dan bahkan menggoreskan kesan di benak pembaca; kagum akan generasi pertama di zaman Nabi. (n. mursidi)


www.mediabuku.com

Brawijaya Moksa

by: Wawan Susetya
Ketika genderang perang sudah ditabuh oleh Prabu Girindrawardhana Raja Kediri untuk kesekian kalinya ke Kutaraja Trowulan, hati Sang Prabu Brawijaya V menjadi luluh. ''Perang hidup-mati'' antara pasukan Kediri dengan Majapahit yang identik dengan Prang Bratayuda Jayabinangun pun pecah di daerah Jingga, dekat Kutaraja Trowulan. Karena banyak para adipati atau tumenggung yang mbelot dan bergabung dengan Prabu Girindrawardhana, tak ayal prajurit Majapahit pun keteteran menghadapi prajurit Kediri, sedang sebagian yang lain meregang nyawa.
 
Ya....., istana Majapahit telah tumbang! Peristiwa itu ditandai dengan candra sengkala; "Sirna ilang kertaning bhumi" yang mengisyaratkan tahun 1400 Saka atau 1478 M.
 
"Sudahlah Putraku!" demikian kata Prabu Brawijaya V kepada Raden Patah, "Soal keyakinan janganlah dipaksa-paksakan! Silakan kalian menjadi seorang muslim yang baik, tetapi biarlah Ramandamu ini tetap menjadi penganut Budha!"


Pasca lengser keprabon dari takhtanya, Prabu Brawijaya V mengajak dua orang abdi kinasihnya Sabda Palon dan Naya Genggong pergi ke Gunung Lawu di kawasan Argo Lawu untuk menggapai kasampurnan atau moksa dengan menjalani dharma; yakni bersemadi atau tapa brata!

Berhasilkah Prabu Brawijaya V menggapai cita-citanya, moksa?

Dan, berhasil pulakah upaya Raden Patah ''mengislamkan'' Ramandanya Prabu Brawijaya V melalui ''jago'' atau utusannya, Sunan Kalijaga?


www.mediabuku.com

Bung Karno: Serpihan Sejarah yang Tercecer

by: Roso Daras
Buku ini, saya anggap sebagai upaya mengungkap dimensi-dimensi sosial, pribadi, dan manusiawi seorang Sukarno. Karenanya, buku ini menjadi sangat membantu, bukan saja bagi generasi muda, tetapi juga generasi tua untuk lebih memahami sosok Sukarno secara utuh. Selain itu, Sdr. Roso Daras telah menyajikan secara tepat, ploting fakta sejarah yang tidak semata berdasar narasi urutan waktu, tetapi didasarkan pada kesadaran, bahwa kita ingin mendidik bangsa Indonesia untuk menggali moralitas politik Bung Karno. Karena sumber-sumber cerita itu sungguh teramat banyak.
--Dr. Cornelis Lay, Pengamat Politik UGM Yogyakarta

Di hadapan jasad Bung Karno di Wisma Yaso,  keluar suara pelan dari mulut saya, "Selamat jalan Bung! Saya akan meneruskan ajaranmu."  Itulah janji dan sumpah saya. Dan hari ini, saya senang dengan upaya Sdr. Roso Daras membukukan serpihan-serpihan sejarah yang tercecer dari Bung Besar. Meski tidak terikat sumpah apa pun kepada Bung Karno, tetapi apa yang dilakukan secara konsisten terhadap penyebaran ajaran Bung Karno, sungguh membuat saya bangga. Semoga upaya ini akan ter-estafet-kan kepada generasi-generasi selanjutnya.
---H. Abdul Madjid, Tokoh Nasionalis

Masih banyak serpihan sejarah lain di sekitar kehidupan Putra Sang Fajar. Saya percaya, Sdr. Roso Daras tidak akan pernah berhenti menelusur data, mengungkap fakta sejarah tentang Bung Karno. Itu artinya, semakin banyak referensi tentang Bung Karno yang beredar di tengah masyarakat. Berarti pula, makin mempertebal jaminan bahwa bangsa ini tidak akan melupakan sejarah proklamatornya.
---H. Amin Aryoso, Tokoh Nasionalis

Saudara Roso Daras sebagai generasi penerus dengan buku ini mengungkapkan berbagai perwatakan (karakteristik), pemikiran-pemikiran, dan lain-lain dari pemimpin besar Bung Karno sehingga bisa lebih diresapi perjuangan beliau, dengan penuh hormat dan terima kasih. For a fighting nation there is no journey's end.
---Drs. Moch. Achadi, Menteri Transmigrasi dan Koperasi Kabinet Dwikora


www.mediabuku.com

Hatta: Hikayat Cinta & Kemerdekaan

by: Dedi Ahimsa Riyadi
Anak-anak Neira menyebutnya "Om Kacamata", sebutan yang menggambarkan keseriusan, keheningan, dan keluasan pengetahuannya. Pers Jepang menjulukinya "Gandhi of Java", karena ketulusannya menempuh perjuangan, perlawanannya yang tanpa jeda, dan sikapnya yang anti kekerasan. Rakyat banyak menyebutnya "Kekasih Indonesia", karena sumpah setianya untuk tidak menikah hingga Indonesia merdeka. Iwan Fals menyebutnya "Sahabat", karena ia menjadi sahabat siapa saja tanpa pernah memedulikan sekat-sekat geografis, budaya, ataupun agama. Mavis Rose menyebutnya "Muslim Sejati" karena beristri empat: Indonesia, rakyat Indonesia, buku, dan Rahmi Rachim.

Buku ini memutar kembali fragmen panjang perjuangan Hatta, masa kecil, masa muda yang penuh gelora, dan kisah cintanya dalam narasi sinematik yang memesona.


www.mediabuku.com

[resensi buku] Rahasia Sukses Donald Trump

M. Iqbal Dawami, resensor.blogspot.com

JUJUR pada diri sendiri dan pekerjaan anda sendiri merupakan sebuah aset.Tindakan dan ucapan akhirnya akan mengarahkan seseorang menuju reputasi dan memiliki integritas. Demikian di kemukakan Donald Trump.

Trump merasakan hal itu bahwa betapa bernilainya kejujuran. Sebagai pebisnis,itu adalah kekuatan yang bisa membawa Trump melintasi segala hal. Sekarang, nama Trump adalah garansi level kualitas tertentu. Donald Trump adalah seorang pebisnis real estate, pertelevisian, dan beberapa bisnis lainnya.Dia menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) atas bisnis besarnya yang terwadahi dalam Trump Organization. Selain itu, ia juga pemilik yayasan Miss Universe Organization bersama National Broadcasting Company (NBC). Acara reality show The Apprentice adalah salah satu program suksesnya, di mana Trump duduk sebagai Excetive Director.

Trump juga menjadi brand sejumlah produk,di antaranya Donald J Trump Men's Collection (pakaian), Trump Ice Bottled Water(Es Krim),Trump Magazine( majalah),Trump Golf (golf), Trump University (Perguruan tinggi), dan brand-brand lainnya. Lewat bisnis tersebut, ia tercatat sebagai raksasa bisnis AS, dalam berbagai bidang. Belum cukup sampai di situ kesuksesannya. Dalam real estate, Trump dipandang sebagai investor paling terkemuka di dunia. Ia adalah negosiator tanpa tanding, dan seorang yang dermawan. Ia terkenal sebagai pebisnis yang tanpa henti meningkatkan standar kesempurnaan kerjanya, terutama pada era 1980-an sampai 1990-an.

Namanya masuk dalam daftar orang Amerika terkaya versi majalah Forbes yang ke-88 dari 400. Apa sesungguhnya rahasia sukses Donald Trump? Buku inilah jawabannya. Melalui buku ini,Trump membeberkan semua rahasia suksesnya itu. Buku ini adalah sebuah indikasi proses pemikiran yang Trump percaya bisa mengarahkan orang pada kesuksesan, sebagaimana dirinya. Buku ini juga merupakan sisi lain kepribadian Trump—sisi yang lebih reflektif yang mengungkap sumber-sumber daya Trump dan bagaimana ia menerapkannya pada gambaran besar,yaitu kehidupan. Di antara rahasia sukses Trump adalah pentingnya sebuah aset.

Suatu ketika Trump membaca sebuah esai yang ditulis Stephen king, novelis dan cerpenis produktif Amerika.Inti esai King adalah bahwa dalam mengkaji kondisi cerpen dewasa ini, menurutnya cerpencerpen itu sepertinya "terasa ingin pamer, serta ditulis untuk para editor dan guru, bukan untuk pembaca." Stephen King dengan cerdas menyadari bahwa para penulis cerpen dewasa ini tengah melindungi aset mereka dengan menargetkan penulisan mereka pada orang-orang yang akan paling mungkin mampu mencetaknya. Pertimbangan kedua mereka adalah pembaca, karena, bila mereka tidak mempertimbangkan editor dulu, pembaca tidak akan pernah punya peluang melihat cerpen mereka, tak peduli betapa mengagumkannya cerpen itu.

Ini adalah komentar menohok dan membuat Trump mengamini kritikan King di atas.Ketika Trump membangun sebuah gedung tempat tinggal,misalnya,ia mula-mula akan mempertimbangkan siapa yang akan tinggal di sana. Ia mempelajari demografi, seperti halnya orang bisnis mana pun, apakah berada dalam manajemen properti tempat tinggal ataukah periklanan. Untuk menyampaikan pesan, Trump juga harus menarik orangorang yang akan memilih—atau tidak memilih—untuk mempromosikan gedung itu. Rahasia penting lain yang dimiliki Trump adalah pandai bernegosiasi.

Trump menerima banyak permohonan yang menanyai dirinya tentang keahlian negosiasinya, dan ada keseimbangan pada negosiasi sukses yang tidak dilihat banyak orang. Negosiasi terbaik, kata Trump adalah ketika kedua belah pihak menang. Ada kompromi di dalamnya, yang berarti mendengar dengan hati-hati, dan ketika itu dicapai anda akan melihat hasil yang sukses. Bisnis adalah seni—dengan sendirinya, dan keahlian negosiasi yang kuat adalah salah satu teknik yang diperlukan untuk memfasilitasi sukses. Trump juga menyampaikan tentang pentingnya kegairahan. Jika anda tidak menyukai apa yang anda lakukan,margin sukses anda akan berkurang signifikan, dan masa-masa sulit akan jauh lebih susah dilalui. Nah, kegairahan akan memberikan ketahanan yang diperlukan untuk mencapai halhal hebat. Michelangelo, misalnya dikenang di masa kita melebihi Paus atau politikus mana pun di masanya,hanya karena ia memberi begitu banyak hal pada dunia— meskipun kemungkinannya amat kecil.Orang ini keras kepala.

Tak diragukan, ia bergairah melakukan apa yang ia lakukan. Menurut Trump,ketika semua terlihat sulit, ada baiknya mengingatkan diri anda tentang orang-orang seperti itu, seseorang yang mempertahankan integritas seninya terlebih dulu, dan yang terutama dalam pikiran dan tindakannya. Rahasia lainnya adalah anda tidak boleh menyerah. Trump mengatasi sejumlah kemunduran besarnya hanya dengan menjadi keras kepala.Ia menolak menyerah atau angkat tangan. Baginya, itu adalah integritas tujuan yang tak bisa dikalahkan atau dicampuri.

Konsistensi dalam niat bisa mendatangkan hasil-hasil akhir. Di dalam dunia kompetitif anda bisa disalip dan bisa pula dikalahkan. Dengan mengecamkan itu, kata Trump, akan menjamin anda berada dalam bentuk terbaik pada persaingan. Meskipun anda saat ini adalah orang utama, berlagaklah seolah anda underdog.Hal itu akan memperbaiki wawasan anda maupun visi Anda. Think Like A Champion adalah sebuah contoh pendekatan kehidupan dan bisnis ala Trump. Di dalam penyajiannya, ia mengambil sebuah topik,memikirkannya,menelaahnya, dan mengembalikannya ke sebuah rumusan yang menjadi hal yang Trump, yakni merupakan saran yang solid, dan bisa dipraktikkan oleh siapa pun. Sungguh,ini sebuah buku yang sangat inspiratif, enak dibaca, dan menggugah semangat berwirausaha.

Melalui buku ini,Donald Trump mengajak kita untuk melihat dunia bisnis dengan semangat integritas, dan belajar menciptakan situasi yang terbaik dan siap untuk hal yang terburuk. Dengan penyampaiannya yang mengalir dan bahasanya yang renyah, cocok sekali membaca buku ini, misalnya, pada pagi hari di akhir pekan sembari minum teh.(*)

M. Iqbal Dawami, penikmat teh dan gogodoh


www.mediabuku.com

Jumat, 09 April 2010

Soul Traders

by: Jonathan Gabay
Buku ini akan membuat Anda berkali-kali "terusik" dengan apa yang telah diperbuat oleh kejahatan marketing di seluruh dunia. Dari mulai agamawan hingga iklan komersial, dari mulai komunitas hingga panggung politik. "Taktik kejiwaan" biasa memanipulasi opini publik lebih dari seratus tahun dengan penuh ketidakjujuran. 

Anda akan terkejut dengan cerita-cerita menarik di balik kejadian yang selama ini menjadi kunci sejarah: siapakah yang menjual senjata kimia mematikan kepada Nazi, bagaimana persepsi masyarakat mengatur kemenangan sebuah peperangan, betapa mengejutkannya merek-merek ternama muncul menjadi pembicaraan HARI INI, dan masih banyak hal-hal mengejutkan yang tak pernah Anda sangka. Seluruh dunia telah berubah. Pembuktian dalam buku ini benar-benar membelalakkan mata. Apakah para pedagang jiwa sesungguhnya adalah Anda, ataukah ia benar-benar berada di sekitar Anda?

Sekali lagi, Anda akan berkali-kali terusik dengan membaca buku ini. Pasti...


www.mediabuku.com

How to Train Your Dragon: Bagaimana Cara Melatih Nagamu (republish)

by: Cressida Cowell
Apa sih bayangan kamu tentang orang Viking? Nih, ada beberapa jawaban: mereka adalah pelaut ulung, kuat, pemberani tapi juga berangasan. Nyaris nggak ada orang Viking yang kurus, lemah dan canggung. Nyaris .... 

Kamu belum ketemu Hiccup Horrendous Haddock III, sih .... Hiccup adalah anak Viking yang paling enggak-Viking-banget, kurus kering, lemah dan nggak terampil berkelahi. Pokoknya bertolak belakang dengan 99,9 persen orang Viking lainnya, deh! 

Padahal Hiccup adalah anak Kepala Suku Hooligan Berbulu, yang wajib ikut Program Inisiasi Naga dan harus mencari naga pendamping. Tapi, yang dia dapat hanyalah Toothless alias naga ompong. Bisakah Hiccup lulus inisiasi dan jadi penerus ayahnya? Terus, bagaimana nanti kalau Naga Monster Lautus Maximus mencoba menelan seluruh sukunya?

Waktunya bagi Hiccup belajar jadi Pahlawan, meski harus jatuh bangun dan mengalami kekonyolan demi kekonyolan.


www.mediabuku.com

How to be a Pirate: Bagaimana Caranya Menjadi Bajak Laut (republish)

by: Cressida Cowell
Kalau kau anak bangsa Viking artinya kau harus jadi bajak laut jempolan. Viking yang nggak bisa jadi bajak laut, apalagi takut air .... ke laut aja deh! 
 
Itulah yang harus dijalani Hiccup Horrendous Haddock III. Sebagai anak kepala suku Viking Hooligan Berbulu, dia harus jadi Bajak Laut Hebat. Harus menjuarai kelas Meludah, Hinaan Tingkat Tinggi, dan Kekejaman Tanpa Ampun. Masalahnya, Hiccup lebih mahir bahasa Prancis dan lebih suka belajar bahasa Naga, yang jelas-jelas dilarang keras di bangsa Viking. Bisa nggak ya, Hiccup jadi bajak laut yang perkasa? Apalagi naganya, Toothless, hanyalah naga ompong dan lebih suka tidur, nggak garang seperti naga milik anak-anak Viking lainnya. 
 
Tapi Hiccup tak putus akal, dia berjuang jadi bajak laut tangguh dengan caranya sendiri .... yang kadang konyol, tapi ampuh!


www.mediabuku.com

Kamis, 08 April 2010

The Capture (Guardians of Ga'hoole #1)

by: Kathryn Lasky
Soren dilahirkan di Hutan Tyto, sebuah kera jaan yang tenang tempat Burung Hantu Barn tinggal. Namun ada yang mengintai dunia burung hantu, yang mengancam untuk menghancurkan kedamaian di Tyto serta mengubah jalan hidup Soren selamanya.

Soren diculik dan dibawa ke jurang yang gelap dan menakutkan. Tempat itu disebut panti asuhan, tetapi Soren percaya keadaan yang sesungguhnya jauh lebih mengerikan lagi. Dia dan temannya Gylfie, sadar bahwa satu-satunya jalan keluar ada melalui atas. Untuk melarikan diri, mereka harus melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya – yaitu, terbang.

Maka dimulailah perjalanan yang menakjubkan itu. Dalam perjalanan tersebut, Soren dan Gylfie berkenalan dengan Twilight dan Digger. Keempat burung hantu ini bersatu untuk mencari kebenaran dan melindungi dunia burung hantu dari bahaya yang tidak terduga.


www.mediabuku.com

Selasa, 06 April 2010

Skandal Gila Bank Century

by: Bambang Soesatyo(Anggota Pansus DPR)
Sebagai inisiator hak angket kasus Bank Century, Bambang Soesatyo memiliki banyak pengalaman yang selama ini luput dari pemberitaan media. Dia pun akhirnya mengambil inisiatif untuk menuangkan kesaksiannya melalui buku ini. Bambang bukan saja menunjukkan secara detail dan cermat tentang seluk-beluk dan drama lahirnya kebijakan yang sejak semula mengandung keganjilan itu, ia juga mengungkap tentang penggalangan hak angket oleh sembilan anggota DPR ke sejumlah tokoh nasional, penyelidikan di pansus, hingga drama yang terjadi di rapat paripurna DPR.

Buku ini akan menguak apa-apa yang belum diberitakan dan ditulis oleh media massa. Anda pasti akan terkejut dengan fakta yang sebenarnya terjadi.

Buku ini mengingatkan kita bahwa masih banyak persoalan dalam kasus Bank Century yang masih belum terungkap dan belum ada yang bertanggungjawab.
—Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan


Suatu ketika, Bambang Soesatyo berbisik pada saya. "Ketua, mohon izin, Saya akan ungkap kasus Bank Century begitu saya dilantik." Saya hanya tersenyum mendengarnya. Saya tak menyangka, ucapan itu benar-benar berhasil diwujudkan. Pansus telah bekerja keras dengan benar dan maksimal.
—M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI 2004–2009


Buku ini merupakan salah satu ijtihad untuk menghilangkan keraguan tentang prospek penyelesaian skandal Bank Century secara hukum.
—M. Amien Rais, Tokoh Reformasi


Bambang Soesatyo menulis catatan sejarah yang sangat berharga untuk bahan pelajaran bagi kita semua di kemudian hari. Sangat naif bangsa ini kalau tidak bisa menyelesaikan kasus Bank Century secara tuntas.
—Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera


Bambang Soesatyo sudah merinci urutan kejadian kasus Bank Century secara ringkas dan mudah dipahami. Semoga proses hukum kasus Bank Century bisa berjalan tanpa intervensi politik dari pihak manapun.
—Aburizal Bakrie, Ketua Umum DPP Partai Golkar


Bambang Soesatyo menulis buku yang menegaskan lagi sikap Partai Golkar untuk tidak pernah menegosiasikan kasus hukum dengan pengusutan skandal Bank Century.
—Akbar Tanjung, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar


Saya kenal anak muda ini sejak tahun 80-an. Naluri kewartawanannya tak pernah lepas. Ia selalu kritis dalam mengungkap kebenaran, terukur, dan punya nyali.
—Surya Paloh, Ketua Umum Nasional Demokrat


www.mediabuku.com

Kiss The Lovely Face Of God

by: Mustafa Mastoor
Cinta mendalam Yunes kepada Sayeh terjebak kehampaan. Ia terjerat tugas akhir doktoralnya tentang motivasi bunuh diri yang dilakukan seorang fisikawan senior. Padahal, gelar tersebut adalah syarat mutlak dari orangtua Sayeh untuk dapat meminangnya. Hidup Yunes seakan telah tergantung pada seonggok mayat. Namun, bukan itu permasalahan intinya. Sebagaimana objek penelitiannya, Yunes tak mampu mengukur ketinggian cinta dengan pemahamanya yang dangkal, yang menyeretnya ke dalam pertanyaan paling tabu yang bisa diajukan oleh seorang manusia: Adakah Tuhan? Akankah cinta Yunes kepada Sayeh bisa terus berlanjut? Akankah Yunes dapat meyakini keberadaan Tuhan?


Novel yang sangat menawan dan mencerahkan jiwa ini berhasil meraih penghargaan Kalam Zarin dan sudah 23 kali cetak ulang di negara asalnya. Menceritakan tentang cinta yang perlu dipertanyakan: Mengorbankan Tuhan demi cinta atau karena-Nya harus melupakan cinta?


www.mediabuku.com

Piano Anita (Pink Berry Club)

by: Trifani
Main piano? Haoaaahm … ngantuk! Selama ini, bagi Anita, mendingan mendengarkan MP3 lagu-lagu Sherina atau grup-grup band Vierra. Jadi, kalau tiba-tiba dia tergila-gila sama permainan piano, pasti deh, dia salah makan obat. Well, tapi itulah yang terjadi. Tepatnya, setelah Anita nonton resital piano yang dimainkan Liandra.

Siapa sebenarnya Liandra? Mantra apa yang dimiliki gadis itu sehingga mampu memukau semua orang dengan permainan pianonya? Mungkinkah jari-jari Anita dapat menari di atas tuts piano seindah Liandra?

Wow, cerita yang asyik untuk dibaca. Bikin kita benar-benar ingin menjadi piano hebat!


www.mediabuku.com

Power Bible Comic Vol. 05

by: Kim Shin-joong
Tokoh-tokoh komik Kitab Suci ini mengajak kita membaca dengan mata yang jernih dan tenang ke dalam buku komik ini, sehingga terasa ada perjalanan bersama-sama. Kalian akan belajar seperti yang dikatakan dan diperlihatkan dalam komik ini, karena semuanya diuraikan dengan sangat sederhana dan polos. Buku komik Kitab Suci ini membantu membimbing kita menjadi orang sejati dengan ketabahan dan visi yang kuat. 212 halaman, full color

Kitab Suci adalah firman Tuhan yang ditulis untuk kita. Firman yang sangat agung, sangat berguna, menarik, dan mudah dibaca. Tetapi kalian tentu kurang setuju dengan kata `mudah dibaca`? Kitab Suci telah ditulis dengan kata dan materi yang mudah dibaca dan dipahami, supaya semua orang bisa membacanya.

Editor''s Note
Kitab Suci adalah firman Tuhan yang ditulis untuk kita. Firman yang sangat agung, sangat berguna, menarik, dan mudah dibaca. Tetapi kalian tentu kurang setuju dengan kata `mudah dibaca`? Kitab Suci telah ditulis dengan kata dan materi yang mudah dibaca dan dipahami, supaya semua orang bisa membacanya.

Bahkan dengan jumlah volume yang banyakpun sungguh tidak menyulitkan kita dalam memahami isinya. Semuanya sungguh mengagumkan! Kitab Suci adalah buku pegangan hidup kita yang harus dibaca semua orang. Maka kami terus memikirkan bagaimana caranya, agar Kitab Suci mudah dibaca dan gampang dimengerti pembacanya


www.mediabuku.com

They Want Me to be Bright

by: Tria Barmawi
Kekacauan terjadi di Sekolah Menengah Bukit Hijau.


Nilai murid-murid yang biasa mendapat nilai terendah tiba-tiba meroket, melebihi para langganan juara. Para guru bingung, apalagi ketika menyadari yang mereka tengah hadapi adalah buah kemajuan teknologi. Teknologi penanaman chip yang bertujuan menciptakan manusia super.


Teknologi yang sama juga mengancam persahabatan empat orang murid: Adli, Melba, Cicely, dan Niscala. Perseteruan dengan teman sendiri, dengan orangtua dan antar orangtua tak dapat dihindarkan.


Saskia dan Reynard, dua guru muda Bukit Hijau, jatuh bangun berusaha menstabilkan keadaan, sambil berusaha menepis percik rasa yang tumbuh di antara mereka berdua.


www.mediabuku.com

Decoding the Lost Symbol

by: Simon Cox
Namun, tahukah Anda tokoh atau peristiwa mana saja yang merupakan fakta dan mana yang rekaan? Simon Cox, penulis bestseller Cracking the Da Vinci Code dan Illuminating Angels & Demons memaparkan semua misteri dalam The Lost Symbol dengan mendalam dan mengungkap lebih banyak rahasia.


Buku ini disusun secara alfabetis mulai dari nama-nama tokoh, organisasi, dan tema yang muncul di novel terbaru Dan Brown tersebut. Simon Cox tidak hanya menjelaskan sejarah dan pengertiannya, tetapi juga menganalisa simbol-simbol. Cox tahu apa fakta-fakta tersembunyi dari kelompok Persaudaraan Mason, Albert Pike, kelompok Rosicrucian, Monumen Washington, DC, dan masih banyak lagi.


Inilah satu-satunya panduan paling komprehensif yang Anda perlukan untuk memahami dan menikmati kompleksnya dunia baru The Lost Symbol.


www.mediabuku.com

Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu

by: Ragdi F. Daye
Kisah cinta yang gugup, identitas orang kampung yang menggigil karena deru modernitas, dan tradisi Minangkabau yang meleleh, adalah pusaran yang kuat dalam tema-tema kumpulan cerpen Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu. Dengan alur yang cerdas dan bahasa yang memukau, kisah-kisah di dalam buku ini akan membawa kita ke dalam makna cinta, kemanusiaan, dan keberadaan tradisi yang sesungguhnya.


www.mediabuku.com