Karena senang membantu, ibu makin sayang kepada mereka.
www.dinamikaebooks.com
Media Buku Online adalah situs penyedia buku secara online. Kami memberi pilihan bermacam-macan jenis buku lebih dari 70-an penerbit terkemuka di indonesia.
-------------------------www.mediabuku.com-------------------------
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 13.00 0 komentar
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 13.00 0 komentar
Lampung Post, Selasa, 8 April 2008
\"AKU ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda marabahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: Meletup tidak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.\"
\"Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!\"
Demikian, petikan dari novel Andrea Hirata yang berjudul Edensor, buku ketiga dari rangkaian empat novel yang dinamakan Tetralogi Laskar Pelangi (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov).
Berbeda dengan setting cerita Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, Edensor mengambil setting di luar negeri saat tokoh-tokoh utamanya, Ikal dan Arai, mendapat beasiswa untuk sekolah di Inggris dan Prancis. Dalam novel Edensor, Andrea makin mapan dengan ciri khasnya, mengelola kisah ironi menjadi parodi dan menertawakan kesedihan dengan berbalut pandangan-pandangan yang penuh inteligensia tentang culture shock ketika kedua tokoh utama tersebut (yang berasal dari pedalaman Melayu di Pulau Belitong) tiba-tiba berada di Paris.
Seperti novel-novel Andrea sebelumnya, Edensor memiliki kekuatan filosofis yang menebarkan semangat dan inspirasi bagi pembacanya. Tim Redaksi/S-2
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 12.53 0 komentar
Lampung Post, Selasa, 8 April 2008
\"AKU ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda marabahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: Meletup tidak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.\"
\"Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!\"
Demikian, petikan dari novel Andrea Hirata yang berjudul Edensor, buku ketiga dari rangkaian empat novel yang dinamakan Tetralogi Laskar Pelangi (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov).
Berbeda dengan setting cerita Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, Edensor mengambil setting di luar negeri saat tokoh-tokoh utamanya, Ikal dan Arai, mendapat beasiswa untuk sekolah di Inggris dan Prancis. Dalam novel Edensor, Andrea makin mapan dengan ciri khasnya, mengelola kisah ironi menjadi parodi dan menertawakan kesedihan dengan berbalut pandangan-pandangan yang penuh inteligensia tentang culture shock ketika kedua tokoh utama tersebut (yang berasal dari pedalaman Melayu di Pulau Belitong) tiba-tiba berada di Paris.
Seperti novel-novel Andrea sebelumnya, Edensor memiliki kekuatan filosofis yang menebarkan semangat dan inspirasi bagi pembacanya. Tim Redaksi/S-2
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 12.53 0 komentar
Lampung Post, Kamis, 29 Januari 2009
FILM Laskar Pelangi dinominasikan menjadi Film Terbaik di Asian Film Awards 2009. Pada kategori tersebut, film garapan Riri Riza itu akan berhadapan dengan film garapan John Woo, Red Cliff.
Seperti keterangan pers yang diterima dari Milespublicist, Selasa (27-1), Selain Red Cliff, di kategori Film Terbaik, Laskar Pelangi akan bersaing dengan empat film lain dari wilayah Asia. Di antaranya, Forever Enthralled, The Good, The Bad, The Weird, Ponyo on the Cliff, dan Tokyo Sonata.
Laskar Pelangi juga berhasil mengantarkan Waluyo Ichwandiardono sebagai nomine Editor Terbaik di ajang penghargaan itu. Waluyo akan memperebutkan piala tersebut dengan Chan Ki-Hop, William Suk-Ping Chang, Darya Danilova dan Kim Sun-Min asal Korea Selatan.
Selain Asian Film Awards 2009, Laskar Pelangi juga akan unjuk gigi di Berlin International Film Festival yang berlangsung pada 5--15 Februari ini. Film yang diproduseri Mira Lesmana itu akan tampil di kategori Panorama.
Asian Film Awards merupakan ajang kompetisi yang berkesinambungan dengan Hong Kong International Film Festival (HKIFF). HKIFF akan berlangsung pada 22 Maret--13 April 2009. Dalam festival tersebut Laskar Pelangi juga ikut.
Film yang menggugah dan bercerita kehidupan dan perjuangan untuk mengenyam pendidikan ini diambil dari novel karya Andrea Hirata. Novel tersebut diangkat dari pengalaman masa kecil penulis ditambah dengan fiksi dan diramu sedemikian sehingga alur ceritanya mengalir dan mudah diikuti pembaca. DTC/L-1
www.mediabuku.com
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 12.43 0 komentar
Lampung Post, Kamis, 29 Januari 2009
FILM Laskar Pelangi dinominasikan menjadi Film Terbaik di Asian Film Awards 2009. Pada kategori tersebut, film garapan Riri Riza itu akan berhadapan dengan film garapan John Woo, Red Cliff.
Seperti keterangan pers yang diterima dari Milespublicist, Selasa (27-1), Selain Red Cliff, di kategori Film Terbaik, Laskar Pelangi akan bersaing dengan empat film lain dari wilayah Asia. Di antaranya, Forever Enthralled, The Good, The Bad, The Weird, Ponyo on the Cliff, dan Tokyo Sonata.
Laskar Pelangi juga berhasil mengantarkan Waluyo Ichwandiardono sebagai nomine Editor Terbaik di ajang penghargaan itu. Waluyo akan memperebutkan piala tersebut dengan Chan Ki-Hop, William Suk-Ping Chang, Darya Danilova dan Kim Sun-Min asal Korea Selatan.
Selain Asian Film Awards 2009, Laskar Pelangi juga akan unjuk gigi di Berlin International Film Festival yang berlangsung pada 5--15 Februari ini. Film yang diproduseri Mira Lesmana itu akan tampil di kategori Panorama.
Asian Film Awards merupakan ajang kompetisi yang berkesinambungan dengan Hong Kong International Film Festival (HKIFF). HKIFF akan berlangsung pada 22 Maret--13 April 2009. Dalam festival tersebut Laskar Pelangi juga ikut.
Film yang menggugah dan bercerita kehidupan dan perjuangan untuk mengenyam pendidikan ini diambil dari novel karya Andrea Hirata. Novel tersebut diangkat dari pengalaman masa kecil penulis ditambah dengan fiksi dan diramu sedemikian sehingga alur ceritanya mengalir dan mudah diikuti pembaca. DTC/L-1
www.mediabuku.com
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 12.43 0 komentar
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 12.05 0 komentar
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 12.05 0 komentar
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 11.11 0 komentar
Diposting oleh Toko buku Dinamika di 11.11 0 komentar