Senin, 02 Februari 2009

Tokyo

by: Mo Hayder
1937. Tentara Jepang melakukan pembantaian besar-besaran di Nanking saat mereka melakukan invasi ke China. Mereka melakukan pemerkosaan, perampasan, pembakaran, serta eksekusi terhadap tawanan perang dan penduduk sipil. Ini merupakan peristiwa paling tragis yang dialami bangsa China. Karena kekejamannya di Nanking, seorang letnan Jepang bernama Junzo Fuyuki mendapat julukan  yanwangye—si Iblis.

1990. Fuyuki menjadi pemimpin sebuah geng Yakuza. Ia dipercaya biasa menyantap daging manusia agar tetap sehat dan panjang umur. Fuyuki selalu didampingi oleh tangan kanannya, Suster Ogawa, yang dijuluki Jahanam Saitama karena kesadisannya. Suster Ogawa telah menjadi mitos di dunia bawah tanah Jepang.

Shi Chongming, profesor di Universitas Todai, beserta Grey, seorang mahasiswa dari London, bekerja sama untuk mengungkap rahasia Fuyuki dan Pembantaian Nanking. Ketika satu per satu fakta terungkap, Grey berada dalam bahaya karena telah membangunkan kembali Iblis yang pernah merajalela dalam tragedi di Nanking dahulu...


www.dinamikaebooks.com

Tokyo

by: Mo Hayder
1937. Tentara Jepang melakukan pembantaian besar-besaran di Nanking saat mereka melakukan invasi ke China. Mereka melakukan pemerkosaan, perampasan, pembakaran, serta eksekusi terhadap tawanan perang dan penduduk sipil. Ini merupakan peristiwa paling tragis yang dialami bangsa China. Karena kekejamannya di Nanking, seorang letnan Jepang bernama Junzo Fuyuki mendapat julukan  yanwangye—si Iblis.

1990. Fuyuki menjadi pemimpin sebuah geng Yakuza. Ia dipercaya biasa menyantap daging manusia agar tetap sehat dan panjang umur. Fuyuki selalu didampingi oleh tangan kanannya, Suster Ogawa, yang dijuluki Jahanam Saitama karena kesadisannya. Suster Ogawa telah menjadi mitos di dunia bawah tanah Jepang.

Shi Chongming, profesor di Universitas Todai, beserta Grey, seorang mahasiswa dari London, bekerja sama untuk mengungkap rahasia Fuyuki dan Pembantaian Nanking. Ketika satu per satu fakta terungkap, Grey berada dalam bahaya karena telah membangunkan kembali Iblis yang pernah merajalela dalam tragedi di Nanking dahulu...


www.dinamikaebooks.com

Mereka Yang Dirindukan Surga

by: Abu Malik Muhammad
Sesungguhnya Pada Kisah-Kisah Mereka Itu Terdapat Pelajaran bagi Orang-Orang Berakal. (QS Yûsuf [12]: 111)

Dalam kisah, tutur Kahlil Gibran, ada drama kehidupan.
Dunia ini seperti panggung permainan dan manusia selalu belajar dari drama itu. Bukankah kita adalah makhluk memesis, makhluk yang selalu meniru yang ia kagumi?

Buku ini mengajak kita berbenah lewat kisah para perindu surga—lewat pengalaman generasi muslim awal yang mencintai dan dicintai Allah (para sahabat dan tabiin). Kisah keutamaan akhlak, ketaatan beribadah, kebeningan hati, dan perempuan teladan dirangkai dengan indah dan mengagumkan. Kita akan dibuat benar-benar merindukan surga dengan serajut penggambaran Alquran dan hadis tentang panorama surga serta sederet kisah teladan penghuninya dalam berinfak, berjihad, bertobat, bersabar, bertawakal, dan bertakwa kepada Allah Swt. Wasiat menjelang wafat dari para sahabat dan ulama salaf memungkasi buku ini.

Bagi siapa pun yang sedang tergetar hatinya untuk meningkatkan iman dan ibadah, mencari-cari keteladanan atau ingin menjadi teladan, buku ini siap menemani.


www.dinamikaebooks.com

Mereka Yang Dirindukan Surga

by: Abu Malik Muhammad
Sesungguhnya Pada Kisah-Kisah Mereka Itu Terdapat Pelajaran bagi Orang-Orang Berakal. (QS Yûsuf [12]: 111)

Dalam kisah, tutur Kahlil Gibran, ada drama kehidupan.
Dunia ini seperti panggung permainan dan manusia selalu belajar dari drama itu. Bukankah kita adalah makhluk memesis, makhluk yang selalu meniru yang ia kagumi?

Buku ini mengajak kita berbenah lewat kisah para perindu surga—lewat pengalaman generasi muslim awal yang mencintai dan dicintai Allah (para sahabat dan tabiin). Kisah keutamaan akhlak, ketaatan beribadah, kebeningan hati, dan perempuan teladan dirangkai dengan indah dan mengagumkan. Kita akan dibuat benar-benar merindukan surga dengan serajut penggambaran Alquran dan hadis tentang panorama surga serta sederet kisah teladan penghuninya dalam berinfak, berjihad, bertobat, bersabar, bertawakal, dan bertakwa kepada Allah Swt. Wasiat menjelang wafat dari para sahabat dan ulama salaf memungkasi buku ini.

Bagi siapa pun yang sedang tergetar hatinya untuk meningkatkan iman dan ibadah, mencari-cari keteladanan atau ingin menjadi teladan, buku ini siap menemani.


www.dinamikaebooks.com

Senangnya Membantu Ibu

by: Dian A. Dewi
Buku ini menceritakan Sali dan Saliha yang senang membantu ibu.
 
Karena senang membantu, ibu makin sayang kepada mereka.


www.dinamikaebooks.com

Senangnya Membantu Ibu

by: Dian A. Dewi
Buku ini menceritakan Sali dan Saliha yang senang membantu ibu.
 
Karena senang membantu, ibu makin sayang kepada mereka.


www.dinamikaebooks.com

[resensi buku] Edensor: Ironi yang Menjadi Parodi

Lampung Post, Selasa, 8 April 2008

\"AKU ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda marabahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: Meletup tidak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.\"

\"Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!\"

Demikian, petikan dari novel Andrea Hirata yang berjudul Edensor, buku ketiga dari rangkaian empat novel yang dinamakan Tetralogi Laskar Pelangi (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov).

Berbeda dengan setting cerita Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, Edensor mengambil setting di luar negeri saat tokoh-tokoh utamanya, Ikal dan Arai, mendapat beasiswa untuk sekolah di Inggris dan Prancis. Dalam novel Edensor, Andrea makin mapan dengan ciri khasnya, mengelola kisah ironi menjadi parodi dan menertawakan kesedihan dengan berbalut pandangan-pandangan yang penuh inteligensia tentang culture shock ketika kedua tokoh utama tersebut (yang berasal dari pedalaman Melayu di Pulau Belitong) tiba-tiba berada di Paris.

Seperti novel-novel Andrea sebelumnya, Edensor memiliki kekuatan filosofis yang menebarkan semangat dan inspirasi bagi pembacanya. Tim Redaksi/S-2



www.dinamikaebooks.com

[resensi buku] Edensor: Ironi yang Menjadi Parodi

Lampung Post, Selasa, 8 April 2008

\"AKU ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda marabahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: Meletup tidak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.\"

\"Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!\"

Demikian, petikan dari novel Andrea Hirata yang berjudul Edensor, buku ketiga dari rangkaian empat novel yang dinamakan Tetralogi Laskar Pelangi (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov).

Berbeda dengan setting cerita Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, Edensor mengambil setting di luar negeri saat tokoh-tokoh utamanya, Ikal dan Arai, mendapat beasiswa untuk sekolah di Inggris dan Prancis. Dalam novel Edensor, Andrea makin mapan dengan ciri khasnya, mengelola kisah ironi menjadi parodi dan menertawakan kesedihan dengan berbalut pandangan-pandangan yang penuh inteligensia tentang culture shock ketika kedua tokoh utama tersebut (yang berasal dari pedalaman Melayu di Pulau Belitong) tiba-tiba berada di Paris.

Seperti novel-novel Andrea sebelumnya, Edensor memiliki kekuatan filosofis yang menebarkan semangat dan inspirasi bagi pembacanya. Tim Redaksi/S-2



www.dinamikaebooks.com

[artikel dinamika] Laskar Pelangi Unjuk Gigi di Asian Film Awards

Lampung Post, Kamis, 29 Januari 2009

FILM Laskar Pelangi dinominasikan menjadi Film Terbaik di Asian Film Awards 2009. Pada kategori tersebut, film garapan Riri Riza itu akan berhadapan dengan film garapan John Woo, Red Cliff.

Seperti keterangan pers yang diterima dari Milespublicist, Selasa (27-1), Selain Red Cliff, di kategori Film Terbaik, Laskar Pelangi akan bersaing dengan empat film lain dari wilayah Asia. Di antaranya, Forever Enthralled, The Good, The Bad, The Weird, Ponyo on the Cliff, dan Tokyo Sonata.

Laskar Pelangi juga berhasil mengantarkan Waluyo Ichwandiardono sebagai nomine Editor Terbaik di ajang penghargaan itu. Waluyo akan memperebutkan piala tersebut dengan Chan Ki-Hop, William Suk-Ping Chang, Darya Danilova dan Kim Sun-Min asal Korea Selatan.

Selain Asian Film Awards 2009, Laskar Pelangi juga akan unjuk gigi di Berlin International Film Festival yang berlangsung pada 5--15 Februari ini. Film yang diproduseri Mira Lesmana itu akan tampil di kategori Panorama.

Asian Film Awards merupakan ajang kompetisi yang berkesinambungan dengan Hong Kong International Film Festival (HKIFF). HKIFF akan berlangsung pada 22 Maret--13 April 2009. Dalam festival tersebut Laskar Pelangi juga ikut.

Film yang menggugah dan bercerita kehidupan dan perjuangan untuk mengenyam pendidikan ini diambil dari novel karya Andrea Hirata. Novel tersebut diangkat dari pengalaman masa kecil penulis ditambah dengan fiksi dan diramu sedemikian sehingga alur ceritanya mengalir dan mudah diikuti pembaca. DTC/L-1

www.mediabuku.com

[artikel dinamika] Laskar Pelangi Unjuk Gigi di Asian Film Awards

Lampung Post, Kamis, 29 Januari 2009

FILM Laskar Pelangi dinominasikan menjadi Film Terbaik di Asian Film Awards 2009. Pada kategori tersebut, film garapan Riri Riza itu akan berhadapan dengan film garapan John Woo, Red Cliff.

Seperti keterangan pers yang diterima dari Milespublicist, Selasa (27-1), Selain Red Cliff, di kategori Film Terbaik, Laskar Pelangi akan bersaing dengan empat film lain dari wilayah Asia. Di antaranya, Forever Enthralled, The Good, The Bad, The Weird, Ponyo on the Cliff, dan Tokyo Sonata.

Laskar Pelangi juga berhasil mengantarkan Waluyo Ichwandiardono sebagai nomine Editor Terbaik di ajang penghargaan itu. Waluyo akan memperebutkan piala tersebut dengan Chan Ki-Hop, William Suk-Ping Chang, Darya Danilova dan Kim Sun-Min asal Korea Selatan.

Selain Asian Film Awards 2009, Laskar Pelangi juga akan unjuk gigi di Berlin International Film Festival yang berlangsung pada 5--15 Februari ini. Film yang diproduseri Mira Lesmana itu akan tampil di kategori Panorama.

Asian Film Awards merupakan ajang kompetisi yang berkesinambungan dengan Hong Kong International Film Festival (HKIFF). HKIFF akan berlangsung pada 22 Maret--13 April 2009. Dalam festival tersebut Laskar Pelangi juga ikut.

Film yang menggugah dan bercerita kehidupan dan perjuangan untuk mengenyam pendidikan ini diambil dari novel karya Andrea Hirata. Novel tersebut diangkat dari pengalaman masa kecil penulis ditambah dengan fiksi dan diramu sedemikian sehingga alur ceritanya mengalir dan mudah diikuti pembaca. DTC/L-1

www.mediabuku.com