Kamis, 15 Juli 2010

City of Ashes (The Mortal Instruments #2)

by: Cassandra Clare
Clary hanya ingin hidup normal kembali, tapi ia telanjur terlibat dengan para Pemburu Bayangan yang bertugas membantai iblis. Masalah semakin menjadi-jadi karena ibunya tidak bisa dibangunkan dan Clary tidak bisa berhenti mencintai Jace. Tentu saja ini menyakiti hati Simon, yang mendadak pergi ke sarang vampir seorang diri. Valentine pun datang lagi, kali ini untuk mengambil Pedang Mortal. Lagi-lagi dia menawari Jace untuk ikut dengannya. Ketika Jace diketahui telah pergi untuk menemui Valentine, akankah Clary tetap memercayainya? 

Dalam sekuel City of Bones ini, ketegangan menanjak dan konflik semakin tajam!


www.mediabuku.com

Selasa, 13 Juli 2010

Kumpulan Soal Ulangan Harian Kelas 4 SD

by: Tim Guru Kreatif
Pelaksanaan ulangan harian bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran yang telah diberikan. Bagus-tidaknya hasil ulangan harian akan memengaruhi keberhasilan siswa dalam menempuh ujian akhir semester maupun ujian nasional. Untuk membantu memudahkan siswa belajar dan berlatih mengerjakan soal, tentunya dibutuhkan buku kumpulan soal-soal.

Buku ini berisi soal-soal ulangan harian dari semua mata pelajaran SD kelas 4 yang disusun sesuai kurikulum. Soal-soal disusun secara sistematis per pokok bahasan dengan berbagai tipe soal dan tingkat kesulitan. Penyajiannya dibuat sederhana, tidak membosankan, dan sebagai pelengkap di akhir halaman disertakan pula kuci jawaban.

Ingin sukses menghadapi ulangan harian dan ujian akhir semester? Buku ini jawabannya!


www.mediabuku.com

Kamis, 08 Juli 2010

Frostbite (Vampire Academy #2)

by: Richelle Mead
Rose Hathaway memiliki masalah serius dengan cowok. Mentornya yang tampan, Dimitri, menyukai orang lain. Temannya, Mason, naksir berat padanya. Dan Rose terus-menerus terseret ke dalam pikiran Lissa saat sahabatnya itu sedang bermesraan dengan kekasihnya, Christian.

Kemudian, serangan besar-besaran Strigoi terhadap sebuah keluarga Moroi di dekat Akademi St. Vladimir menyebabkan sekolah itu berada dalam situasi siaga dan dipenuhi para pengawal—termasuk ibu Rose yang berwatak keras, Janine Hathaway. Pihak sekolah tidak mau mengambil risiko. Mereka memutuskan membawa para murid pergi liburan ski.

Namun, tempat liburan musim dingin yang megah di Idaho itu ternyata tidak sepenuhnya aman. Ketika tiga orang murid melarikan diri untuk melawan Strigoi yang mematikan, Rose terpaksa bekerja sama dengan Christian untuk menyelamatkan mereka. Hanya kali ini Rose berada dalam bahaya yang lebih besar daripada yang pernah dibayangkannya.


www.mediabuku.com

Rabu, 07 Juli 2010

[resensi buku] Merenungkan Cita-cita Bersama Secangkir Teh

Sidik Nugroho, Malang Post, 5 Juni 2010

"Keberhasilan adalah hak kita. Datangkanlah keberhasilan dengan cara-cara yang baik; perhatikan penggunaan waktu Anda, lalu lihatlah apa yang terjadi kemudian."
-- Mario Teguh

Kata-kata Mario Teguh di atas rasanya tepat benar mewakili hidup komponis besar Beethoven, seorang musisi yang amat terkenal dan melegenda -- utamanya karena ia terus berkreasi ketika tuli total saat dan setelah berusia lima puluh tahun.

Beethoven menjadi komponis besar karena ketekunannya. H.A. Rudall, penulis biografinya, menyatakan, "Pada musim dingin atau musim panas, Beethoven bangun pagi saat matahari terbit. Kemudian, dia duduk di depan meja tulisnya, dan terus menulis sampai waktu makan siang yang biasanya dia lakukan pada pukul dua atau tiga sore. Pekerjaannya tidak pernah terputus kecuali untuk berjalan-jalan mencari udara segar, tapi selalu dengan menuliskan notes untuk menuliskan inspirasi segar yang didapatnya saat berjalan."

Karya-karyanya kemudian bertahan lama, diakui banyak kalangan sebagai karya-karya yang hebat. Tanpa perjuangan yang keras, tidak mungkin ia bisa sehebat itu. Memang ada juga musisi yang sangat cerdas, seperti Mozart "Sang Anak Ajaib". Dalam sebuah buku disebutkan bahwa Mozart adalah orang yang sangat tergesa-gesa, selain suka berfoya-foya. Dibandingkan Beethoven, keteraturan dan kedisiplinannya dalam berkarya rasanya jauh berbeda.

Namun, tak bisa disangkal, musik-musik Mozart yang mewakili ekspresi-ekspresi spontan yang berawal dari kelelahannya, adalah musik-musik yang luar biasa. Sayangnya, Mozart mati muda. Beberapa orang beranggapan ini juga terjadi karena kekurangteraturan hidupnya.

Mozart dan Beethoven. Dua pribadi, dua kebiasaan. Dari keduanya kita dapat bercermin. Tak banyak orang yang lahir seperti Mozart. Ia dianugerahi Tuhan kecerdasan musikal yang sangat tinggi. Anggapan ini bukan berarti bahwa kemahirannya mencipta lagu tak perlu diasah dengan berlatih secara serius, namun lebih berdasarkan kenyataan bahwa dia memahami musik lebih cepat. Berbeda dengan Mozart, Beethoven lebih menyisakan jejak kehidupan yang lebih mungkin ditiru oleh pembaca riwayat hidupnya secara alami.

Ketelitian, kemahiran, dan keapikan sebuah karya lahir dari inspirasi tanpa henti yang terus digali dan dipelajari dalam hidup seseorang yang bercita-cita.

Nah, kali ini, Anda tidak sedang membaca sebuah ulasan atas buku tentang musik. Dalam buku inspirasi dan motivasi karya Iqbal Dawami ini, secuil kisah hidup Beethoven yang sangat menarik ini, rasanya sangat mewakili pesan penulisnya tentang hakikat hidup: kita harus memiliki cita-cita. Iqbal, lewat puspa-ragam kisah, ilustrasi dan pemikiran yang disampaikannya dalam buku ini, secara tegas hendak menggarisbawahi apa yang pernah dinyatakan John C. Maxwell: "Lebih baik Anda memiliki cita-cita dan kemudian tak berhasil meraihnya, daripada tak pernah memilikinya."

Dalam buku ini terdapat 23 renungan yang sarat dengan hikmah dan petuah. Semuanya merupakan artikel lepas pada awalnya, tak saling bersinggungan satu dengan yang lain. Yang menjadi benang merahnya adalah sebuah niat yang muncul dari penulisnya agar pembaca dapat mengubah kelemahan/kegagalan menuju optimisme/kekuatan hidup.

Iqbal adalah penulis yang kaya akan perspektif. Sebagian kisah atau ilustrasi yang ia gunakan di tiap-tiap artikelnya di buku ini mungkin sudah pernah Anda baca di internet. Namun, cara Iqbal mengurai dan menghadirkan penafsiran dari tiap kisah yang diangkatnya, terasa segar dan lain. Kita jadi betah menikmati apa yang disuguhkannya.

Selain itu, Iqbal adalah penulis yang berdimensi luas. Di buku ini kita akan mendapati artikel-artikel dengan beragam latar atau ilustrasi. Ada yang membahas hidup seorang penulis. Ada yang diangkat setelah menyaksikan sebuah film. Ada yang digarap dengan merenungkan dalam-dalam tentang hakikat dan hal-hal seputar cinta dan waktu. Semuanya menuntun kita untuk mengingat lagi -- juga merenungkan, bahkan menemukan -- apa yang harus kita utamakan dalam kehidupan ini, meraih cita-cita dan mengatasi berbagai persoalan hidup.

Sebagai saran penutup, bab-bab dalam buku ini, tak perlulah dibaca terburu-buru. Masing-masing menyediakan renungan yang indah dan tersendiri untuk dihayati. Ibarat meminum teh, kala malam seorang diri -- kita tak buru-buru menghabiskannya. Kita menyeruputnya pelan-pelan, menikmati kehangatan yang dihadirkannya di leher dan perut kita. Dan, meminum teh rasanya bukan hanya tepat menjadi ibarat bagi cara menikmati buku ini. Bila Anda suka meminum teh, rasanya akan nikmat sekali membalik-balik lembaran buku ini dalam kesunyian malam, ditemani secangkir teh.  

*Sidik Nugroho
Guru SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Ketua Forum Penulis Kota Malang (FPKM) dan penggiat di komunitas Bengkel Imajinasi


www.mediabuku.com

Rashomon Gate (Gerbang Rashomon)

by: I.J. Parker
Seorang gadis terbunuh dan seorang pria tua lenyap secara misterius. Serangkaian kasus tadi terjadi setelah teman lama Akitada, Profesor Hirata, memanggilnya untuk menyelidiki teka-teki surat kaleng yang ditujukan kepada salah satu koleganya di Universitas Kekaisaran.

Dengan menyamar sebagai Asisten Profesor, Akitada beserta Seimei dan Tora memulai penyelidikan dari asal keberadaan surat kaleng. Ketika Akitada berusaha menyelidiki orang-orang yang terlibat didalamnya, terjadilah pembunuhan beruntun yang bersamaan dengan itu, saksi-saksi penting kasus tersebut menghilang secara tiba-tiba.       

Apakah pembunuhan berantai tersebut terkait dengan kasus surat kaleng yang sedang diselidiki Akitada ataukah hanya kebetulan semata? Atau ada konspirasi lain yang ditujukan bagi Akitada?

Dengan latar belakang Kota Kyoto-Jepang abad 11, kita akan menyaksikan kejeniusan dan ketelitian sang samurai detektif, Sugawara Akitada, dalam memecahkan kasus-kasus tersebut. Kita juga akan tertantang dan ikut menduga-duga kisah akhir buku ini.


www.mediabuku.com

Selasa, 29 Juni 2010

Cerita Sepanjang Musim

by: L.M. Montgomery
Seorang wanita datang mengetuk pintu. Gadis Dongeng dan anak-anak keluarga King yang telah mendengar rencana kedatangan Nenek Eliza, kerabat jauh mereka yang memiliki pendengaran buruk, kebingungan. Tak ada orang dewasa di rumah. Mau tak mau, merekalah yang harus menjamunya. 
 
Bersama Nenek Eliza, mereka mengobrol tentang anggota keluarga lainnya sampai kepada Gubernur yang mereka sebut berwajah buruk. Melelahkan, tetapi sepertinya Nenek Eliza puas dengan jamuan mereka. Sayangnya, mereka telah memuat kekeliruan besar. Wanita itu bukan Nenek Eliza, melainkan justru istri Gubernur sendiri. Kacaunya! 
 
Musim ini memang penuh kejutan. Bukan itu saja. Cerita-cerita Gadis Dongeng kali ini jauh leih seru, menghibur dan mengasyikkan.


www.mediabuku.com

Iklim dan Perubahan Iklim

by: Bianca Borowski
Mengapa terjadi pemanasan global? 
 
Mengapa bisa terjadi empat musim? 
 
Apakah inti es itu? 
 
Mengapa panas matahari di bumi tidak merata? 
 
Berada di daerah mana salju abadi itu? 
 

 
Kelebihan Seri PIXI 
 
Penjelasan ringkas 
 
Gambar variatif 
 
Dilengkapi kotak info 
 
Full Color 
 
Disertai kuis menarik


www.mediabuku.com

Curhat Ibu-Ibu

by: Diansya, Rini Nuruldan Tria Ayu K
Kalau ibu-ibu sudah ngumpul, memang bakal heboh banget, deh! 
 

 
Apa lagi yang dicurhatkan para ibu kalau bukan tentang masalah beginian: arisan, kreditan barang, nakalnya anak, tradisi kondangan, PKK, sampai giliran suami mereka ngeronda! 
 

 
bagaimana kalau hidup di perumahan? wah, lebih seru lagi! Ada kasus tetangga yang nyetel musik genjrang-genjreng sesuka hati bahkan sampai tengah malam. 
 
Ada yang harus kedinginan nungguin air ledeng yang baru kebagian jatah ngucur tengah malam. Belum lagi anak-anak tetangga yang suka bertamu, dan menganggap seperti rumah sendiri! 
 

 
Namun jangan salah, asyiknya juga banyak. Dan di buku ini, para ibu-ibu ini menguliknya sampai habis! 
 

 
Asam, asin, manis, pahit… semua rasa lengkap di sini. Siap-siap tersenyum, geleng-geleng, meringis, atau malah nangis. Pokoknya seru, dijamin!


www.mediabuku.com

Red 'n Blue Quartet Girls

by: Aini
Awalnya Vira, Zira dan Moza hanya mengadakan sleepover party. Tapi, obrolan seru mereka malam itu membuat mereka tertantang untuk mewujudkannya. Ya, mereka membuat bisnis kecil-kecilan. Bisnis kecil-kecilan itu mereka beri nama sesuai warna favorit mereka, Red ''n Blue. 
 

 
Vira, Zira, dan Moza sangat menikmati kegiatan bisnisnya itu. Sebenarnya bisnis apa sih mereka? Bagaimana mereka menjalankan bisnisnya? Apakah bisnis mereka tidak mengganggu sekolah? Dan apakah bisa, bersahabat sekaligus berbisnis? 
 

 
Selain cerita tentang bisnis tiga sahabat Red ''n Blue, kalian juga akan menemukan kisah persahabatan dan petualangan yang menakjubkan di dalam buku ini, seperti Quartet Girls, Gulden Village, Three Wizards, dan lain-lain. So, enjoy this book, friends! 


www.mediabuku.com

I Love You Friends!

by: Tasaro Gk, Sinta Yudistiadan Dkk
Begitu dahsyatnya makna sahabat, Aristoteles sampai mengatakan bahwa sahabat laksana satu jiwa yang terdapat dalam dua tubuh. Dan lihatlah, betapa memang sahabat dihargai karena kesetiaannya dan penerimaannya terhadap apa adanya kita, bukan terhadap ada-apanya kita. 
 

 
Namun, apa yang terjadi jika sahabat kita berubah? Atau bahkan, tanpa kita sadari kitalah yang berubah sebagai sahabat? 
 

 
Kisah-kisah nyata di dalam buku ini bercerita tentang segala hal yang dapat terjadi di dalam sebuah persahabatan. Kegembiraan, kehebohan, kemarahan, tangisan, hingga kehadiran cinta yang terasa unik. 
 

 
Sangat inspiratif, menggetarkan, dan mengajak kita untuk meninjau ulang relief persahabatan yang kita miliki. Masihkah ia berharga, atau tak perlu lagi kita jaga?


www.mediabuku.com