Kamis, 23 April 2009

Membongkar Manupulasi Sejarah

by: Asvi Warman Adam
Ketika Orde Baru berakhir, gugatan terhadap sejarah bermunculan. Sejarah pun menjadi polemik karena fakta dan interpretasi selama ini dinilai tidak tepat, tidak lengkap, dan tidak jelas. Manipulasi sejarah dilakukan secara sistematis dan meluas demi kepentingan politik dan kekuasaan.

Mengapa Proklamator Sukarno tidak tampak saat pengibaran bendera Merah Putih 17 Agustus 1945 yang dimuat dalam buku Pejuang dan Prajurit? Kemudian, siapa yang melakukan rekayasa dalam buku Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, bahwa Sukarno tidak memerlukan Hatta dan Sjahrir, bahkan "peranan Hatta dalam sejarah tidak ada"? Mengapa peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 digambarkan menyanjung Soeharto dan melupakan Sultan Hamengku Buwono IX sebagai konseptor? Bagaimana kisah diorama Monumen Nasional era Orde Baru yang penuh manipulasi sejarah?

Penulis melalui bukunya ini membeberkan kebenaran sejarah secara jujur. Bukan hanya membongkar manipulasi dan rekayasa sejarah Indonesia saja, tetapi juga menampilkan tokoh-tokoh pergerakan dengan kisah yang menyentuh hati. Kisah Agus Salim yang dikatakan menguasai "bahasa kambing dan kuda". Kisah Mayor John Lie, seorang tokoh etnis Tionghoa, yang berani membersihkan ranjau laut. Juga kisah M.H. Thamrin seorang politikus santun yang "satu napas" dengan Bung Karno.


www.dinamikaebooks.com

Suara Rakyat Hukum Tertinggi

by: Dr. Frans H. Winarta, SH, MH
Buku Suara Rakyat Hukum Tertinggiberisi otokritik mengurai dan memaparkan persoalan dunia peradilan kita apa adanya. Penulis tegas bersikap dalam etika profesi advokat, kental da lam membela harkat kemanusiaan, dan antikorupsi. Dibahas pula per soal an mafi a peradilan, independensi hakim, serta hukum bisnis.

Bantuan hukum untuk kaum miskin juga dikupas tuntas oleh penulis. Simak pula analisis perihal hak kaum minoritas, perlawanan para koruptor, nilai-nilai kepemimpinan yang tegas, pelajaran dari krisis ekonomi, hingga persoalan dalam perlindungan merek terkenal.

Hati nurani dan akal sehat jelas berbicara melalui tulisan yang gamblang karya praktisi hukum yang penuh pengalaman ini. Mahasiswa dan dosen ilmu hukum, advokat, pengamat sosial, hingga birokrat, tidak boleh melewatkan Suara Rakyat Hukum Tertinggi.


www.dinamikaebooks.com

Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando

by: Hendro Subroto
Dari operasi memburu Kahar Muzakkar di Sulawesi; penumpasan G30S/PKI di RRI Jakarta, Lubang Buaya, dan Jawa Tengah; operasi tempur di Irian dan Kalimantan; hingga operasi antiteror pembajakan pesawat Garuda di Thailand, Sintong Panjaitan selalu terlibat. Simak catatannya sebagai Panglima Kodam IX/Udayana saat Peristiwa Dili 1991, upaya membangun sistem senjata dan perlengkapan ABRI, hingga peralihan kekuasaan dari Soeharto ke BJ Habibie.


www.dinamikaebooks.com

The New Think and Grow Rich

by: Napoleon Hill
Buku Terlaris Sepanjang Sejarah
Kini Dilengkapi Dengan Kisah-kisah Terbaru

The New Think and Grow Rich memiliki keistimewaan karena dilengkapi dengan teks dalam edisi aslinya, kisah-kisah dari Hill sendiri, setiap bab juga terdapat contoh-contoh dan komentar terbaru.

Contohnya, Hill membahas bagaimana Asa Candler memanfaatkan resep seorang dokter dan menciptakan Coca-Cola yang fenomenal. Buku edisi terbaru ini tidak hanya membahas kisah Candler, tetapi menceritakan juga tentang kisah-kisah tokoh sukses dan temuannya, seperti Howard Schultz dan Starbucks, serta bagaimana Paul Newman merilis produk Newman's Own.

Edisi Abad ke-21 ini juga menghubungkan teori manajemen terbaru dengan prinsip-prinsip sukses Hill, dan membandingkan gagasan pentingnya dengan buku-buku motivasi yang laris saat ini. Telah cukup banyak para penulis buku motivasi berhutang budi pada Hill. Tony Robbins dan Stephen Covey adalah di antara penulis yang juga menggunakan metode sama yang diajarkan oleh falsafah Hill.



www.dinamikaebooks.com

[resensi buku] Bunuh Diri dan Nasib Rakyat Tertindas

Seputar Indonesia, April 2009

Semua gambaran tentang problematika hidup akan semakin kuat saat kita membaca novel Bunuh Diri Massal 2008 karya Fajar Nugros dan Alanda Kariza. Novel ini bukanlah karya utuh kedua nama tersebut. Cerita dalam novel ini diawali dengan ide dari Ketua Bunuh Diri Massal (BDM) yang karakternya dibangun Fajar Nugros.KetuaBDM ini mulai membagikan kartu undangan kepada siapa pun untuk bergabung dengan acara yang digagasnya.

Dalam benaknya, ketua BDM 2008 ini merasa bahwa acara yang akan digelarnya merupakan jawaban dari segala kesusahan hidup orang-orang. la merasa akan menjadi pahlawan bagi mereka yang sudah tidak mempunyai harapan hidup. Ia merasa semua orang harus melihat dan mengenang kegiatan akbar ini. Kegiatan yang mengabarkan kepada dunia tentang pandangan bahwa hidup membawa keputusasaan.

Ternyata, gagasan bunuh diri ini mendapat respons yang luar biasa. Hampir tiga puluh ribu orang mendaftar untuk mengikuti acara bunuh diri massal yang rencananya digelar di lapangan Monas. Menariknya, untuk dapat mengikuti acara bunuh diri ini, peserta harus berkelamin laki-laki. Alasannya, laki-laki adalah sosok yang harus memberikan pengorbanan untuk sebuah kata cinta.

Di sini cerita bertambah menarik, karena dari semua formulir pendaftaran yang masuk tak ada satu pun yang ingin mati karena alasan cinta. Hal tersebut membuat Ketua BDM 2008 muak. Namun, ada seorang peserta wanita yang menggugat kuasa kelamin dalam acara tersebut. Nina Josephina, calon peserta yang ditolak untuk ikut dalam acara tersebut merasa kalau acara tersebut diskriminatif.

Dalam menentukan hidup mati, ternyata jenis kelamin masih berpengaruh. Novel ini seakan menegaskan kalau sistem patriarki masih membelenggu pikiran masyarakat bangsa ini, di mana perempuan selalu ditempatkan sebagai sosok yang lemah. Sikap tersebut diperlihatkan oleh Ketua BDM 2008 yang merasa kalau bunuh diri itu didedikasikan untuk cinta kepada perempuan yang selalu merasa menjadi korban cinta.

Setelah selesai dengan masalah kelamin dan alasan bunuh diri, ketua BDM berhadapan dengan masalah lain, yaitu masalah lokasi. Sebelumnya, lokasi bunuh diri massal ditetapkan di lapangan Monas. Namun, pihak kepolisian tak mengizinkannya, karena ada acara yang digelar di lapangan Monas berakhir dengan kerusuhan. Padahal, acara tersebut mengusung tema nasionalisme, kebersamaan, dan pluralisme.

Akhirnya, setelah mengalami perdebatan panjang tercetus kesepakatan. Acara bunuh diri massal digelar di Gedung DPR MPR. Gedung tersebut merupakan gedungnya para wakil rakyat yang merasa sebagai wakil rakyat. Dan karena acara bunuh diri merupakan acara rakyat yang hendak menentukan hak pilihnya, mau hidup terus atau mati di negara ini, gedung tersebut sangatlah cocok.

Terasa satir saat gedung tersebut menjadi pilihan digelarnya bunuh diri. Pasalnya, para peserta bunuh diri merupakan rakyat yang nasib dan hidupnya digantungkan di pundak para wakil rakyat. Tapi, justru kesengsaraan dan kesusahan hidup yang mereka dapatkan. Dan itulah yang menjadi alasan kuat rakyat yang ingin menjadi peserta bunuh diri.

Semua kisah mengalir terus seperti air dan berputar seperti waktu sampai pada akhirnya tibalah 22 September 2008. Perizinan untuk penggunaan Gedung disepakati, yaitu dengan cara setrum di kursi para wakil rakyat.

Rencana besar tak selalu ber jalan dengan benar. Itulah yang terjadi. Rencana ingin menjadi martir bunuh diri yang spektakuler yang diimpikan ketua BDM 2008 tak berjalan seperti rencana. Tepat pukul 10.00, 22 September 2008, hanya satu orang yang menjadi mayat dalam Gedung DPR/MPR tersebut, yaitu sang Ketua BDM 2008. la tewas di tangan Jojo, peserta yang dikaguminya setelah peluru dari pistol di tangan Jojo bersarang di kepalanya.

Jojo berpikir tak satu orang pun yang boleh mendiktekan kematian orang lain. la memberikan pelajaran atas ego sang ketua BDM yang menentang keinginan Tuhan. la justru merasa kalau sang ketua hanyalah seorang pengtcut, yang mati saja ingin mengajak-ngajak orang

Jojo telah menghentikan suatu hal ya.ng dipandang orang sebagai radikalisme, dipandang orang se¬bagai gerakan negatif. Harapan se¬lalu ada. Jojo melihat itu dari mata orang-orang yang ingin bunuh diri, yang sebenarnya masih berdoa agar tak jadi mati hari itu. It was nobody until I killed the biggest somebody to be on Earth. la pun mendendangkan lagu Imagine Jhon Lennon yang menyebarkan perdamaian.

Novel ini penuh dengan kritik sosial dan politik yang dituangkan dengan getir, tajam dan satir. Gagasan tentang kritik sosial dan politik yang disajikan pada novel ini merupakan luapan kekecewaan pada institusi bernama negara yang tak mampu menyejahterakan rakyatnya, sehingga mereka menjadi putus asa dalam menjalani hidup.

Bagaimana tidak, institusi negara yang seharusnya bekerja untuk menyejahterakan rakyatnya, justru membwa rakyatnya ke jurang penderitaan. Masyarakat kecil semakin hari semakin sengsara bahkan ditindas. Sementara itu para elite politik malah sibuk dengan upaya mempertahankan kekuasaan mereka. Yang jelas, politik pemerintahan tahun 2008 tidak akan berbeda jauh dengan politik pemerintahan tahun 2009 yang penuh dengan hingar-bingar pemilu memperebutkan kursi kekuasaan baik legislatif maupun eksekutif. Rakyat tetap akan mejadi bagian dari bangsa yang terlupakan.

Penulis mencoba menggugat kembali jalan yang selama inj dianggap sebagai jalan keluar dari segala problematika kehidupan. Novel ini merupakan suatu gerakan penyadaran yang ditunjukkan oleh para pemuda bangsa ini, bahwa selalu ada harapan dan jalan keluar dari semua krisis multidimensi yang melanda bangsa ini, sekaligus sebagai kritik terhadap perilaku para wakil rakyat yang tak pernah memikirkan kesejahteraan dan nasib rakyatnya. (*)

Wahyu Arifin, pegiat di lembaga pers Transformasi UNJ


www.dinamikaebooks.com

Picture Intelligence

by: Dan Roam


www.dinamikaebooks.com

Rabu, 22 April 2009

[artikel dinamika] Maylaffayza, Duta Buku World Book Day 2009

TEMPO Interaktif, Selasa, 21 April 2009

Forum Indonesia Membaca sebagai penggagas perayaan hari buku danliterasi di Indonesia kembali mengadakan World Book Day (WBD) Indonesia 2009 dengan mendaulat Maylaffayza, violinist, sebagai Duta Buku WBD Indonesia 2009.

Kegiatan WBD Indonesia ini berlangsung di Museum Bank Mandiri Jakarta, dengan tema \"Membaca Untuk Cinta\" yang mengedepankan cinta kasih dan keakraban dalam keluarga.

"Pentingnya membaca di lingkungan keluarga tidak hanya membuat orang tua lebih pintar tetapi juga mengasah daya pikir anak untuk terus berkembang. Selain itu, adanya interaksi antara orang tua dan anak tentu akan memupuk cinta kasih dalam keluarga" kata Maylaffayza.

Pembukaan acara  diselenggarakan pada 23 April 2009 bertempat di Auditorium Museum Bank Mandiri, Jakarta, dimulai pukul 09.30 – 12.30 WIB. Maylaffayza akan memberikan sambutannya sebagai Duta Buku WBD Indonesia 2009 dengan mengkampanyekan kegiatan \"Membaca Untuk Cinta\".

Selain Maylaffayza, pembukaan WBD Indonesia juga dihadiri  Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, PhD. yang akan memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian perayaan WBD Indonesia 2009.

"Kegiatan literasi sudah harus ditanamkan sejak dini dan dimulai dari keluarga. Budaya ini diharapkan mampu membuat banyak orang untuk mau melakukan perubahan dalam hidup melalui literasi. Berawal dari kebiasaan dalam keluarga yang kemudian dapat melahirkan generasi penerus yang mampu melakukan perubahan untuk bangsa dan negaranya" ujarnya.

Adalah suatu kebanggaan bagi Maylaffayza ditunjuk sebagi seorang Duta Buku untuk World Book Day Indonesia tahun ini. Pada perayaan WBD Indonesia  2008 lalu ia  sudah terpilih sebagai salah satu duta buku.

Pada 2009, Maylaffayza meningkatkan keterlibatannya untuk WBD Indonesia 2009. Tidak hanya sebagai seorang Duta tetapi juga ikut berpartisipasi dalam aktifitas yang dilakukan oleh panitia penyelenggara termasuk diantaranya ikut terlibat dalam pencarian sponsor bagi WBD Indonesia 2009.

"Artinya sebagai seorang Duta Buku WBD Indonesia 2009 peran saya bukan hanya sebagai endorser tapi sebagai advocate dari program ini karena potensi program ini sangat besar dan dapat membawa dampak yang sangat positif bagi masyarakat," kata Maylaf.

Seperti yang dijelaskan oleh Dessy Sekar Astina selaku Festival Director dari WBD Indonesia 2009 mengenai pengangkatan Maylaffayza. Kontribusinya sebagai musisi yang peduli pada pendidikan cukup tinggi.

"Figur Maylaf sesuai dalam merepresentasikan WBD dimana Maylaf sendiri adalah musisi yang menyukai membaca dan sadar teknologi. Hal ini merupakan penerapan secara tepat definisi literasi,\" kata Sekar.

Pengenalan budaya literasi pada anak dapat dilakukan secara sederhana. Misalnya, kata dia,  dengan membacakan buku cerita pada anak sehingga anak dapat mengerti alur cerita yang sederhana dan menambah pengetahuannya tentang alam dan lingkungan sekitar.

\"Orangtua memegang peranan penting untuk mengajarkan anak tentang perilaku dan perasaannya sendiri serta memberikan pemahaman kepada anak tentang bagaimana manusia sebagai makhluk sosial harus saling menghargai satu sama lain," tutur  Maylaffayza.

Perayaan Hari Buku Sedunia 2009 akan berlangsung dari tanggal 23 April – 17 Mei 2009 dengan serangkaian program yang telah dipersiapkan oleh panitia. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, WBD Indonesia 2009 menawarkan program WBD Goes to School yang berlangsung setiap hari Senin – Jumat dari tanggal 27 April – 15 Mei 2009.

WICAKSONO

www.mediabuku.com

Selasa, 21 April 2009

1434: Saat Armada Besar China Berlayar ke Italia dan Mengobarkan

by: Gavin Menzies
Gavin Menzies, penulis 1421, karya terlaris versi New York Times, menyuguhkan satu lagi telaah ulang sejarah yang mencengangkan, menyodorkan bukti baru meyakinkan yang menghubungkan awal mula Renaisans Eropa dengan penjelajahan yang dilakukan bangsa China pada abad ke-15.

Kecemerlangan Renaisans meletakkan fondasi bagi dunia modern. Buku-buku pelajaran memberi tahu kita bahwa era itu terjadi sebagai hasil ditemukannya kembali pemikiran dan cita-cita Yunani serta Romawi klasik. Namun dalam buku ini, sejarawan kontroversial Gavin Menzies membantah pandangan tersebut. Menurut Menzies, pada 1434, China—yang saat itu merupakan peradaban dengan teknologi paling maju di dunia—memercikkan bunga api yang mengobarkan Renaisans di Eropa. Sejak itu, bangsa Eropa merengkuh berbagai pemikiran intelektual, penemuan, dan ciptaan bangsa China, yang semua itu membentuk dasar peradaban Barat saat ini.

Florensia dan Venesia pada abad ke-15 merupakan pusat perdagangan dunia, menarik para pedagang dari segala penjuru bola bumi. Didasarkan pada penelitian bertahun-tahun, telaah sejarah yang menakjubkan ini menyatakan bahwa sebuah armada China—rombongan duta besar resmi sang kaisar—tiba di Tuscany pada 1434. Mereka disambut Paus Eugenius IV di Florensia. Delegasi tersebut mempersembahkan ilmu pengetahuan yang sangat kaya dari berbagai bidang: seni, geografi (termasuk peta dunia yang kemudian diwariskan pada Christopher Columbus dan Ferdinand Magellan), astronomi, matematika, percetakan, arsitektur, pembuatan baja, persenjataan militer, dan masih banyak lagi. Harta karun yang sangat besar berupa ilmu pengetahuan ini menyebar ke seluruh penjuru Eropa, memicu penemuan dan penciptaan masa Renaisans yang legendaris, tak terkecuali karya para genius macam da Vinci, Copernicus, Galileo, dan yang lain.

Dalam 1434, Gavin Menzies menggabungkan telaah ulang sejarah dengan kegairahan sebuah petualangan penyelidikan. Ia membawa pembaca naik ke atas armada China yang mengagumkan saat mereka berlayar dari China menuju Kairo dan Florensia, dan kemudian pulang kembali melintasi dunia. 1434 adalah karya yang ditulis dengan penuh pengetahuan dan penalaran brilian, suatu karya yang akan mengubah cara kita memandang diri sendiri, sejarah, dan dunia kita.


www.dinamikaebooks.com

[artikel dinamika] Novel Sekuel The Da Vinci Code Akan Keluar September


TEMPO Interaktif, New York: Penulis Dan Brown bakal meluncurkan novel sekuel \"The Da Vinci Code\" dengan tajuk \"The Lost Symbol\" di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada pada 15 September mendatang.

\"The Da Vinci Code\" telah terjual lebih dari 70 juta kopi sejak dilansir 2003. Novel tersebut pun bertengger di posisi teratas buku terlaris di seluruh dunia. \"The Da Vinci Code\" sempat memicu kemarahan dari Vatikan dan beberapa penganut Katolik karena alur cerita fiksi dalam novel tersebut menggambarkan konspirasi dan Gereja Katolik.

Menurut penerbit Random House, Senin (20/4), The Lost Symbol yang juga menceritakan tokoh fiktif simbologis Robert Langdon dari Harvard akan dicetak lima juta kopi. Itu merupakan cetakan terbanyak yang pernah dilakukan Random House.

\"Novel ini merupakan perjalanan yang aneh dan indah,\" tulis Brown dalam pernyataannya. \"Memakan waktu lima tahun penelitian dalam cerita yang beralur 12 jam merupakan sebuah tantangan menyenangkan. Kehidupan Robert Langdon tampaknya bergerak lebih cepat daripada saya.\"

TIdak ada penjelasan lebih rinci mengenai alur buku tersebut.

Tom Hanks memerankan tokoh Langdon dalam film adaptasi The Da Vinci Code pada 2006. Film tersebut meraup keuntungan lebih dari 750 juta dolar di seluruh dunia. Film adaptasi novel Brown lainnya, \"Angels and Demons\", rencananya akan dirilis Mei ini dan Hanks kembali memerankan Langdon.

REUTERS| KODRAT SETIAWAN

Sumber: Tempo Interaktif, Selasa, 21 April 2009


www.mediabuku.com

Senin, 20 April 2009

Miskin Tapi Sombong

by: Iwan "Bung Kelinci" Sulistiawan
Makin banyak orang yang mengklaim peduli dan berjuang untuk mengangkat harkat dan derajat wong cilik, rakyat kecil, orang pinggiran, masyarakat marjinal atau apa pun sebutan buat mereka. Benarkah mereka sungguh-sungguh peduli dan berjuang untuk rakyat miskin? Pernahkah kita mencoba membayangkan apa rasanya jadi orang kecil?

Kisah-kisah singkat dalam buku MISKIN TAPI SOMBONG akan membawa kita pada empati dan sampai pada kesimpulan: ternyata jadi orang susah itu susah! Si penulis yang dosen nyentrik ini juga melengkapi bukunya dengan kisah-kisah mulai dari yang bertema politik, agama, plesetan dongeng sampai perselingkuhan! Sebuah buku yang sungguh-sungguh sayang untuk dilewatkan!


www.dinamikaebooks.com