Kamis, 23 Juni 2011

Agar Al-Quran Menjadi Teman

by: Majdi al-Hilali
Kitab Para Pencinta Al-Quran
Orang yang membaca Al-Quran dengan rasa cinta kepada Allah seperti orang yang amat rindu kepada kekasih, lalu membaca surat darinya. Ia memandang dan menikmati goresan jemari kekasihnya itu. Hatinya jadi tenteram. Kerinduannya terpenuhi. Begitulah mereka yang rindu kepada-Nya saat menatap huruf-huruf Al-Quran. Kalam itu terasa datang langsung dari Pemiliknya. Wahyu pun mengalir ke dalam dada dan akalnya. Ia merasa tenteram dan menikmati bacaannya. Melepas rindu dengan meresapi kata-kata dan kalam-Nya. Bukankah Al-Quran adalah kata-kata dan kalam-Nya?
Dr. Amr Khaled

Metode Nabi Memaknai dan Menikmati Baca Al-Quran

Apakah Anda juga mencari kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian hati? Merindu mendekatkan diri kepada-Nya? Menginginkan hati Anda benar-benar hidup?
Al-Quran menyeru kita untuk mendapatkan semua itu. Wahai orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kepada sesuatu yang memberi kalian kehidupan (al-Anfâl [08]: 24).

Al-Quran benar-benar akan menumbuhkan iman di hati—betapapun kerasnya hati itu—dan membuatnya dahaga akan cinta kepada Allah; rasa yang mengalahkan cinta dan takut kepada siapa dan apa pun selain-Nya.

Al-Quran adalah ruh dan sumber tenaga hati. Siapa yang kehilangan Al-Quran, ia kehilangan peluang besar untuk hidup secara hakiki, kehilangan kesempatan menikmati kebahagiaan, keridaan, dan surga dunia.

Al-Quran bukan lembaran teori. Ia tidak akan mewujud dalam kenyataan jika kita tidak bersungguh-sungguh memetik manfaatnya.

Disertai kisah, pengalaman, dan pesan para ulama klasik dan kontemporer, buku ini hadir menemani para pencinta Al-Quran untuk membaca Kitab Suci secara substantif: untuk mendapatkan petunjuk, obat jiwa, dan perubahan diri menjadi lebih baik, lebih berhasil, dan lebih bahagia.

Nabi mengabarkan bahwa akan terjadi sengketa dan perpecahan sepeninggal beliau. Hudzaifah bertanya, "Ya Rasul, apa yang kauperintahkan padaku jika aku menututi zaman itu?" Beliau menjawab, "Pelajari kitab Allah dan amalkan, itulah solusinya!""Kuulangi pertanyaan itu tiga kali," tutur Hudzaifah,  "dan Rasulullah pun menjawabnya tiga kali pula: ''Pelajari kitab Allah dan amalkan, itulah penyelamat!''"
(HR Abu Dawud, al-Nasa'i, dan al-Hakim)


www.mediabuku.com

0 komentar: