Jumat, 17 Desember 2010

[resensi buku] Dunia Faery yang memesona dan penuh intrik

Sumber: Noviane Asmara

Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That's why it is called the Present.
- quote dari Kungfu Panda Movie -

Kalimat bijak di atas sering kita dengar. Dan memang seperti itulah kebenarannya. Kita tidak pernah tahu seperti apa masa depan kita, karena itu sebuah misteri. Kita pun tidak boleh menyesali apa yang telah lalu, biarkan itu berlalu dan menjadi sejarah untuk kita cermati dan pelajari. Tapi kita harus bersyukur atas apa yang kita terima dan terjadi hari ini terhadap kita, karena itu adalah berkah.

Lalu, ada apa dengan masa lalu seorang Meghan?

MEGHAN Chase. Seorang gadis berusia enam belas tahun. Tepatnya akan segera berulang tahun ke enam belas. Di hari ulang tahunnya itulah semuanya berubah. Ia tidak pernah membayangkan bahwa masa lalunya itu akan menyingkap semua misteri tentang keluarganya. Dirinya―tepatnya.

Penculikan Ethan, adik tirinya, membawa ia menjelajahi negeri Nevernever. Ditemani oleh sahabat karibnya, Robbie, yang juga tidak pernah Meghan kenali secara baik, ia berkelana menembus dunia Faeryland. Dalam perjalanannya untuk menemukan Ethan, ia dihadapkan pada kenyataan yang tidak pernah ia sangka dalam hidupnya. Ia tidak pernah tahu bahwa hal-hal "aneh" yang kerap menimpa dirinya ternyata berhubungan dengan semua masa lalunya, tepatnya masa lalu sang Ibu.

Di tengah pencarian adiknya, Meghan bertemu dengan beberapa tokoh-tokoh yang selama ini ia yakini hanya ada dalam cerita A Midsummer Night's Dream. Kisah yang hanya pernah ia dengar dan tidak pernah ia menduga kalau ternyata tokoh-tokoh itu nyata. Meghan pun sempat terpesona dengan salah satu sosok tampan tapi dingin dan misterius―Pengeran Ash.

Usaha pencarian adiknya yang ia rasakan hanya beberapa hari saja di Nevernever, ternyata memakan waktu lebih dari tiga bulan untuk hitungan waktu bumi, tempat Ibu dan juga Luke, ayah tirinya beserta polisi, detektif dan seluruh warga kota mencari dirinya yang tiba-tiba menghilang.

Aku tak bisa pergi sekarang, . Aku baru saja pulang! Aku ingin menjadi normal; aku ingin pergi ke sekolah, belajar menyetir dan pergi ke pesta prom tahun depan. Aku ingin melupakan kalau faery itu ada.

Ada konsekuensi besar yang harus Meghan terima bila ia menginginkan Ethan kembali. Meghan harus bersedia menukar kehidupannya. Menukar kehidupan lamanya dengan kehidupan baru dan menjadi "baru".

Akankah Meghan rela melakukannya?

Buku Iron King yang merupakan Trilogi dari The Iron Fey ini, menyuguhkan fiksi fantasi tentang faery yang begitu kompleks. Bukan hanya jalan ceritanya yang kompleks, tapi juga para makhluk yang berada di dalamnya. Kita tidak hanya akan tahu tentang faery saja, tapi kita akan diajak mendalami dunia lain dari faery. Di mana masih terdapat banyak makhluk lainnya yang mempunyai keanekaragaman bentuk, sifat dan kebiasaan. Kagawa berhasil membuat saya berdecak kagum.

Pesan Moral yang ingin Kagawa sampaikan lewat cerita ini pun terbaca dengan jelas. Rasa memiliki diantara sebuah keluarga adalah segalanya. Apapun akan dilakukan oleh orangtua untuk membela anaknya dan sebaliknya, walaupun dengan cara yang salah, misalnya dengan membuat cerita bohong akan masa lalu. Dan juga apapun akan dilakukan oleh seorang kakak untuk membela adiknya.

Julie Kagawa lahir di Sacramento, California. .Saat berusia sembilan tahun ia dan keluarganya pindah ke Hawaii. Dan ia menghabiskan banyak waktunya di laut.

Ia pernah membaca novel yang ia sembunyikan di dalam buku pelajaran matematikanya saat kelas sedang berlansung. Tidak hanya kecintaan akan membaca novel saja, ia pun suka menulis.

Julie pernah bekerja di beberapa toko buku selama bertahun-tahun untuk membiayai hidupnya. Ia juga pernah bekerja sebagai dogtrainer professional selama beberapa tahun. Ketika buku pertamanya laku terjual, ia berhenti bekerja sebagai Dogtrainer dan memutuskan untuk menulis full time.

Julie sekarang tinggal di Louisville, Kentucky bersama suami dan dua ekor kucing peliharaannya yang menjengkelkan.



www.mediabuku.com

0 komentar: