Jumat, 15 April 2011

The Way to Love: 31 Meditasi Terakhir

by: Anthony de Mello, S.J.
"Jika cintalah yang benar-benar kaudambakan dalam kehidupan, saat ini juga mulailah melihat… Ketika kau melakukannya, lapisan pelindung di sekeliling hatimu akan melunak dan mencair, dan hatimu pun jadi peka dan tanggap. Kegelapan dalam sorot matamu akan sirna dan penglihatanmu akan menjadi jelas dan tajam, dan akhirnya kau pun akan tahu apa itu cinta."
—Anthony de Mello, The Way to Love


The Way to Love, berisi hasil perenungan terakhir Anthony de Mello. Di sini, lebih dalam dibanding di buku-buku bestseller-nya yang lain, ia membahas isu terpenting—cinta.

Dalam 31 meditasi ia meminta pembaca mendobrak tabir ilusi yang merupakan rintangan terbesar bagi cinta. "Cinta memancar dari mata air kesadaran," demikian de Mello berkali-kali menekankan. Menurutnya, kita baru bisa mulai mencintai ketika kita melihat orang lain sebagaimana apa adanya mereka.

Tindakan cinta yang kedua,katanya,adalah melihat diri kita sendiri tanpa ilusi—tanpa dipengaruhi desakan kebutuhan, hasrat, kenangan, prasangka, dan perkiraan kita tentang masa depan.Jika langkah-langkah ini diambil, cinta akan merasuki seseorang atau sebuah hubungan. Namun, tugas itu tidak mudah. "Tindakan paling menyakitkan yang bisa dilakukan manusia," kata de Mello, "adalah tindakan melihat.Karena tindakan melihat melahirkan cinta."

Ke-31 meditasi ini ditulis untuk dinikmati dan dibagikan. Buku ini ditulis untuk dijadikan panduan kehidupan sehari-hari.

Anthony de Mello, semasa hidupnya, adalah seorang pastor Jesuit dan direktur Sadhana Institute of Pastoral Counseling di Poona, India. Ia penulis Sadhana, The Song of the Bird, The Heart of the Enlightened, Taking Flight, Wellsprings,dan Awareness. The Way to Love adalah kumpulan meditasi terakhir Anthony de Mello---yang belum pernah diterbitkan sebelumnya---yang ia tulis sebelum kematiannya yang tiba-tiba pada tahun 1987.


www.mediabuku.com

0 komentar: