Jumat, 13 Februari 2009

[artikel dinamika] Penerbit Terus Muncul, Tapi Kekurangan Penulis

TEMPO Interaktif, Rabu, 04 Februari 2009

BANDUNG: -- Industri penerbitan di Jawa Barat terus tumbuh dengan bermunculannya penerbit baru setiap tahun. Sedikitnya kini tercatat ada 185 penerbit yang utamanya berada di Bandung. \"Krisis dan isu global warming yang mengurangi bahan baku kertas sepertinya tidak terlalu berdampak,\" kata Ketua Ikatan Penerbit Indonesia Jawa Barat Anwarudin di Bandung, Rabu (4/2).

Menurut Anwar, pertambahan jumlah penerbit lebih banyak ketimbang yang gulung tikar tiap tahun. Umumnya para penerbit baru itu adalah pembuat buku-buku sekolah, selebihnya buku-buku agama dan umum karena pasarnya menguntungkan. \"Itu baru yang anggota kami, di luar itu pasti lebih banyak lagi,\" ujarnya.

Namun bertambahnya penerbit tidak seiring dengan banyaknya penulis. Akibatnya, kata Anwarudin, rata-rata penerbit hanya bisa mengeluarkan 2-3 judul baru per tahun. \"Idealnya 10 sudah bagus, tapi sekarang susah karena penulis sedikit,\" katanya.

Masalah itu muncul karena royalti penulis di negeri ini kebanyakan masih dibayar murah. Sementara penerbit harus menekan harga untuk memenuhi tuntutan masyarakat soal buku murah. Soal omzet, oplah, dan jenis buku yang terjual setiap tahun, menurut Anwarudin, pihaknya belum memiliki data karena survey untuk pencatatan itu butuh dana yang besar.

ANWAR SISWADI

www.mediabuku.com

0 komentar: