Senin, 29 Maret 2010

Extremely Loud and Incredibly Close

by: Jonathan Safran Foer
Di dalam sebuah vas di lemari, beberapa tahun setelah 
kematian ayahnya, seorang bocah sembilan tahun bernama 
Oskar menemukan sebuah kunci ….

Kunci itu milik ayahnya, dia yakin. Tetapi, dari 162 juta lubang kunci di seluruh New York, yang manakah pasangannya?

Pencarian pun dimulai. Dalam petualangannya ini, Oskar—penemu, perancang, dan detektif amatir—menjelajahi kelima sektor New York dan terjun langsung ke dalam kemelut kehidupan teman-teman, keluarga, serta orang-orang yang tidak dikenalnya. Sepatu botnya memberat, tubuhnya penuh memar, dan sebuah misteri keluarga yang telah berumur lima puluh tahun perlahan-lahan terkuak. Tetapi, akankah pencarian ini membawanya mendekat atau justru menjauh dari mendiang ayahnya?


www.mediabuku.com

Heboh Papua; Perang Rahasia, Trauma dan Separatisme

by: Amiruddin Al Rahab
Buku ini telah berani dan berhasil menghadirkan dimensi yang sensitif dan disembunyikan dari kehidupan politik dan pemerintahan kita.
- Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Indonesia –

Membaca buku ini tidak semata-mata membaca tulisan tentang Papua, lebih dari itu, jika kita mau mencermatinya dalam-dalam buku ini pun akan membantu untuk memahami Papua dan deretan persoalannya.
- B. Josie Susilo Hardianto , Wartawan Kompas -

Inspirasi baru akan muncul dan hikmah dapat dipetik atas persoalan menahun konflik vertikal di Papua jika membaca buku ini. Buku yang penting untuk menunjukkan arahan agar masalah Papua tidak tinggal sekadar "Heboh Papua", tetapi suatu masalah yang bisa dicarikan solusinya secara komprehensif.
- Septer Manufandu, Sekretaris Eksekutif FOKER LSM PAPUA -


www.mediabuku.com

Politik Film di Hindia Belanda

by: Sarief Arief
Buku ini memberikan fakta-fakta menarik bagaimana pemerintah Hindia Belanda menjalankan politik film dengan cara mempertajam dan mengarahkan gunting sensornya secara serampangan, asal-asalan, tanpa aturan yang mengebiri film pada saat pertumbuhannya. Bahkan seorang anggota Komisi Sensor Film saat itu dapat melakukan penyensoran tanpa harus menunggu keluarnya surat perintah. Carut marut tersebut terjadi hanya lantaran rasa malu dan takut pemerintah terhadap pencitraan orang Barat yang akan terlihat buruk di mata Pribumi.

Penulis bukan saja menyajikan dan menganalisis setiap peraturan dengan kritis, juga memberikan contoh-contohnya. Ia siap dengan kekayaan sumber-sumber sezaman. Diperkuat pula dengan wawancara para pelaku sejarah, termasuk dengan mantan pemain Dardanella, Tan Boen Seng. Sebab itu dapat memberikan pemahaman yang utuh mengenai latarbelakang politik film di Hindia Belanda dan cukup kuat sebagai bahan refleksi politik film masa kini, khususnya dalam hal kelayakan, sensor, pengguntingan, dan lain sebagainya.


www.mediabuku.com

Tionghoa di Batavia dan Huru Hara 1740

by: Johannes Theodorus Vermeulen
Salahsatu karya klasik tentang Batavia, khususnya mengenai peristiwa pembunuhan besar-besaran orang Tionghoa pada 1740. Diangkat dari disertasi Johannes Theodorus Vermeulen, seorang landsarchivaris atau arsiparis di Arsip Negara Batavia. Karyanya menjadi rujukan utama setiap orang yang ingin mendapatkan kajian akademis terlengkap dan panjang lebar yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai tragedi warga Tionghoa itu. Vermeulen dianggap berhasil menggambarkan tragedi itu bukan sekadar peristiwanya, tetapi juga penyebab, jalan peristiwa, orang-orang dan lembaga-lembaga yang terlibat, kondisi psikologis zaman, dampak dan lain sebagainya. Deskripsinya menunjukkan bahwa peristiwa itu memang layak tercatat sebagai lembaran hitam dalam sejarah orang Tionghoa di Indonesia.


www.mediabuku.com

Jakarta 1970-an; Kenangan Sebagai Dosen

by: Firman Lubis
Buku ini membahas pergulatan sosial-politik yang terjadi di Jakarta pada tahun 1970-an, serta bagaimana pembangunan awal Orde Baru sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat ibukota.

Pada 1970-an, Jakarta mengalami pembangunan besar-besaran. Terjadi perubahan wajah kota dengan dibangunnya Taman Ismail Marzuki, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Fair, Taman Impian Jaya Ancol, hotel-hotel internasional, jalan tol Jagorawi, lokalisasi perjudian dan pelacuran, serta berbagai tempat hiburan malam seperti nightclub, bar dan diskotek. Tetapi ada ketimpangan dalam pembangunan sosial politiknya. Dan berbagai peristiwa pun terjadi dalam masa 1970-an, seperti Peristiwa Malari, Aneksasi Timor-Timur, Penertiban NKK/BKK, Skandal Pertamina, munculnya Golput, Kasus Sawito serta Operasi Tertib dapat dianggap sebagai ekses pemerintahan Orba yang akhirnya memicu gerakan perlawanan kaum intelektual.

***

Penulis adalah seorang guru besar di Fakultas Kedokteran UI yang memiliki ketertarikan pada bidang sejarah. Ketertarikannya pada sejarah kota Jakarta mendorongnya untuk menulis buku Jakarta 1950-an; Kenangan Semasa Remaja, Jakarta 1960-an; Kenangan Semasa Mahasiswa dan Jakarta 1970-an; Kenangan Sebagai Dosen.


www.mediabuku.com

Portugis dan Spanyol di Maluku

by: M. Adnan Amal
Dengan mengikuti uraian sejarah yang dikisahkan dalam buku ini kita bisa mengetahui perihal keterlibatan orang Portugis dan Spanyol dalam sejarah Maluku Utara. Buku ajar sejarah tidak banyak memberi keterangan mengenai kegiatan Portugis dan Spanyol. Bahan-bahan yang relevan yang dihimpun penulisnya dari pelbagai perpustakaan di Jakarta selama waktu yang cukup lama memungkinkan kita dapat memahami keberadaan sisa-sisa benteng dan puing-puing pertahanan yang ditemukan di kawasan Maluku Utara. Kita juga dapat lebih mengenal unsur-unsur kebudayaan bangsa-bangsa Iberia ini yang telah mengendap dalam kebudayaan dan bahasa setempat, malahan telah masuk dalam kosakata bahasa Indonesia, seperti baluarti, serdadu, meriam, minggu, kemeja, sepatu, lenso, bolu, kaldu, mentega, dan seterusnya.


www.mediabuku.com

Napoleon dan Strategi Perang Modern

by: Conrad H.Lanza
Buku ini menyuguhkan kejeniusan taktik militer Napoleon. Taktik militer Napoleon yang sering disebut sebagai salahsatu jenderal terbesar sepanjang zaman itu diperinci dan dijelaskan secara lebih teknis. Dalam buku ini dipaparkan ihwal waktu yang tepat untuk menyerang dan bertahan atau mundur, melatih dan mengorganisasi pasukan, mengelabui, memata-matai serta cara-cara menghambat musuh. Lebih jauh buku ini dapat memperlihatkan bahwa akar sesungguhnya kemahsyuran dan pengaruh Napoleon yang besar karena ia percaya perang bukan sekedar soal kekuatan teknologi dan ketentaraan, melainkan perasaan, firasat dan kecerdasan membaca jiwa zaman. Sebab itu jangan kaget kalau dalam sejarah perang Napoleon berakibat munculnya berbagai pengaruh revolusi masif yang memberikan situasi kondusif bagi pembaruan di berbagai wilayah, terutama di Amerika, Eropa, Afrika, Amerika Latin dan termasuk Indonesia.


www.mediabuku.com

Gajah Mada: Biografi Politik

by: Agus Aris Munandar
Gajah Mada toko besar dan terkenal tetapi masih sangat gelap riwayat hidupnya. Bahkan keterangan mendasar ihwal Gajah Mada masih kabur: siapa sejatinya dan bagaimana akhir hayatnya? Apakah benar ia berasal dari kalangan penguasa Majapahit? Betulkah ia yang merancang pembunuhan Jayanegara melalui tangan Tanca sang tabib istana karena Raja Majapahit itu telah melanggar perundang-undangan kerajaan yang melarang menggauli isteri orang? Apakah Sumpah Palapa dan benarkah itu ide Gajah Mada? Siapakah sesungguhnya yang menjadi penyebab pecahnya Perang Bubat, benarkah itu skenario Gajah Mada untuk menakhlukan Sunda? Mana yang benar, Gajah Mada sebagai tokoh penyebab perpecahan dan perang saudara di Majapahit atau ia tokoh yang dirindukan kehadirannya sebagai kekuatan pemersatu?

Banyak buku telah terbit tetapi inilah buku pertama yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan mengindahkan kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai doktor arkeologi Agus Aris Munandar siap dengan berbagai sumber kajian ilmiah kontemporer yang diraciknya dengan pembacaan sejumlah prasasti dan naskah sastra kuno serta kisah panji. Hasilnya tak diragukan lagi, sebuah buku yang bukan saja mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut, tetapi juga memiliki otoritas dan punya kekuatan karena mampu menghadirkan riwayat Gajah Mada secara serius, cermat, kaya dan berwarna.


www.mediabuku.com

Tokoh Tionghoa dan Identitas Indonesia

by: Leo Suryadinata
Biografi delapan tokoh Tionghoa yang paling historis dalam bidang hukum, jurnalistik, sastera dan keagamaan yang besar artikulasinya dalam menyuarakan nasionalisme Indonesia. Melalui berbagai cara, lembaga dan keahliannya mereka berkutat mencari jalan untuk menemukan orientasi dan kedirian antara berkiblat atau kembali ke Tiongkok, namun akhirnya mereka justru menyuarakan agar orang Tionghoa menjadi Indonesia.


www.mediabuku.com

Soeharto dan Barisan Jenderal ORBA:

by: David Jenkins
Secara rinci buku ini mengupas sepak terjang Soeharto dan barisan jenderalnya yang sangat setia pada awal Orde Baru. Dikisahkan bagaimana mereka itu "berperang" menghadapi sederet jenderal yang berseberangan, bahkan menjadi musuh bebuyutan Soeharto karena menentang konsep dwifungsi ABRI dan kepartaian Golkar yang melanggengkan kekuasaan Soeharto.

David Jenkins mengerahkan segudang data dan menyajikan beragam wawancara, bahkan dengan para jenderal yang di lingkar dalam Soeharto maupun yang tergolong pembangkang. Hasilnya uraian sejarah yang secara gamblang menggambarkan kekuasaan rezim militer yang penuh intrik, rekayasa dan tipu daya.

Buku ini adalah salahsatu kajian penting tentang rezim Orde Baru yang paling mendalam (Harold Crouch, Pakar Militer Australian National University)


www.mediabuku.com