Minggu, 30 Agustus 2009

[resensi buku] Indonesia Dikuasai Asing

M. Iqbal Dawami, Koran SINDO 30 Agustus 2009

MEMBACA buku Di Bawah Cengkeraman Asing (2009) benar-benar membuat saya geram,miris, sekaligus terbuka kesadarannya.

Betapa tidak, pelbagai sektor riil di Indonesia ternyata berada dalam penguasaan asing. Dominasi asing sudah keterlaluan merasuk di tubuh kita sebagai bangsa dan negara.Tidak saja dalam penguasaan ekonomi, yang kemudian mencuatkan pengelolaan sistem ekonomi neoliberalisme, tapi juga pengaruhnya dalam bidang budaya, pendidikan, dan gaya hidup.

"Pernahkah anda menyadari, dari bangun tidur, beraktivitas, hingga tidur lagi, semuanya telah dikuasai perusahaan asing?" (hlm 13). Begitulah Wawan, sang penulis buku ini, membuka pembahasannya. Tengok saja,dari mulai minum AQUA (74 persen sahamnya dikuasai perusahaan Danone asal Prancis),atau minum teh Sariwangi (100 persen sahamnya milik Unilever, Inggris),minum susu SGM (milik Sari Husada yang 82 persen sahamnya dikuasai Numico, Belanda), mandi dengan sabun Lux, sikat gigi pakai Pepsodent (milik Unilever), hingga merokok Sampoerna (97 persen sahamnya milik Philips Morris, Amerika Serikat) dikuasai pihak asing.

Betapa tergantungnya kita dengan perusahaan asing.Tapi, memang begitulah realitanya, bahwa bangsa kita sebenarnya sudah dijajah bangsa asing. Kalau dulu sebatas Belanda dan Jepang, sekarang ini beragam bangsa asing mencengkeram negeri kita.Bagaimana bisa perusahaan asing itu menguasai begitu dahsyat pasar di Indonesia sementara kita hanya menjadi penonton?

Perusahaan asing bisa merajalela menguasai lahan-lahan di Indonesia, tentu besar kemungkinannya ada unsur kesengajaan dari para pemimpin negeri ini.Mengapa bisa demikian? Hal inilah yang ditelusuri Wawan dalam bukunya. Kondisi tersebut,menurut Wawan, sengaja diciptakan oleh bangsa kita sendiri lantaran para pengelola negeri ini (termasuk wakil rakyat, pembuat undangundang) telah terjangkit mental korup dan mental suap.

Kondisi ketidakmampuan terhadap pihak asing ini diakibatkan oleh lemahnya hukum (produk hukum). Karena melalui produk hukum inilah penguasaan ekonomi Indonesia bisa mulus dilakukan pihak asing. Nah, produk hukum berupa undang-undang atau perangkat peraturan lainnya itu nyatanya dapat dibuat sesuai pesanan pihak asing.

Tentu saja yang menjadi agennya adalah para birokrat dan anggota legislatif yang duduk menggodok undang-undang. Karena dari tangan-tangan merekalah undang-undang yang memperbolehkan kepemilikan asing itu diterbitkan. Lihat saja, misalnya, kasus heboh yang terjadi di pertengahan tahun 2008 terkait amandemen UU No 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia (BI).

Untuk memuluskan proses amendemen, pejabat BI harus menggelontorkan dana Rp31,5 miliar guna menyuap beberapa anggota DPR Komisi IX. Kasus ini terkuak setelah diadilinya anggota DPR Komisi IX Hamka Yandhu yang ditanggap KPK dan diadili di pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi).

Nah, bukankah menjadi besar kemungkinannya pula untuk menggelontorkan undang-undang yang melindungi kepentingan asing, parapembuatUUitujugamendap
at kucuran uang alias disuap? Lantas, dari mana pihak asing berani mencampuri produk-produk hukum Indonesia.Menurut Wawan, hal itu bermula Presiden Soeharto naik tahta.Saat itu,Soeharto butuh banyak uang untuk modal pembangunan.

Soeharto lalu mengumpulkan para ekonom, termasuk orang-orang terdekatnya.Tujuannya untuk mencari dana ke luar negeri. Maka dibuatlah blue print pembangunan ekonomi Indonesia. Untuk itu, berkumpullah para negara pendonor guna berkonferensi di Jenewa,November 1967.

Para pejabat Indonesia yang hadir merasa puas, jumawa, tersenyum lega,lantaran berhasil mendapatkan utang. Sekalipun untuk mendapatkan utang atau pinjaman itu,kekayaan alam Indonesia harus dibagi-bagikan kepada perusahaan transnasional raksasa, dan dengan harga murah. Freeport mendapat bukit di Timika,Papua untuk mengeksplorasi "tembaga", yang ternyata emas.

Sedang perusahaan Alcoa mendapat bauksit. Sekelompok konsorsium Eropa mendapat nikel di Papua Barat, sekelompok perusahaan Amerika, Jepang, dan Prancis giliran mendapat pengelolaan hutan-hutan tropis di Sumatera, Kalimantan,dan Papua Barat. Begitulah,bagaimana negeri ini diobok-obok pihak asing yang ironisnya dibantu oleh para elite. Mereka banyak mengambil untung.

Tapi, lihatlah, bagaimana dengan nasib bangsa Indonesia dan rakyatnya? Bagaimana nasib penduduk Papua? Sama sekali tak masuk di akal. Dengan kekayaan Gunung Grasberg (Tembagapura), pemerintah Indonesia masih mengemis-ngemis mencari pinjaman ke sana-sini.Padahal, cadangan emas dan tembaga yang dapat membayar seluruh utang Indonesia malah diserahkan kepada pihak asing.

Sekarang, Indonesia justru kerepotan membayar bunga dan cicilan utang,sedangkan rakyatnya semakin miskin. Nestapa Indonesia belum selesai sampai di situ. Saat negaranegara kaya memberi utang kepada Indonesia,ternyata disertai banyak persyaratan. Di antaranya, uang hasil utang harus dipakai untuk membeli barang dan jasa dari perusahaan asal negara pemberi utang.

Hasilnya, sekitar 80 persen uang tunai hasil dari berhutang itu kembali ke negara-negara pemberi pinjaman, sementara utang pemerintah kita tak lunas-lunas. Kekuatan-kekuatan asing dalam bidang ekonomi yang terjalin dalam korporasi-korporasinya memang telah mendikte Indonesia dari berbagai sisi: perdagangan, perbankan, penanaman modal, pelayaran- pelabuhan,kehutanan,perkebunan, pertambangan migas dan nonmigas.

Lantas,masihkah Indonesia pantas disebut negara merdeka? Buku ini patut dibaca guna menggugah kembali kesadaran kita dalam berbangsa dan bernegara, bahwa sesungguhnya kita ini belum merdeka sepenuhnya.Asing masih menguasai negeri ini dalam berbagai bidang kehidupan.(*)

M Iqbal Dawami,
Blogger buku di http://resensor.blogspot.com


www.mediabuku.com

Fund Planning

by: Mike Rini Sutikno
"Rumah orang kaya adalah sebuah gudang penuh sesak dengan banyak barang yang kadang terlupakan untuk apa barang tersebut dibeli. Sementara itu, orang miskin yang tinggal di area kumuh perkotaan, menempati rumah yang terbuat dari karton dan triplek bekas kemasan barang yang mereka beli. Di sinilah persamaan orang kaya dan orang miskin dalam masyarakat yang konsumtif. Masyarakat yang tidak kenal sense of crisis, tetapi sangat sensitif pada krisis. Dari kondisi inilah saya bercermin, mencari refleksi mirror effect-nya, dan menemukan karakter ideal. Miskin dan kaya sama-sama tinggal di rumah dengan barang yang memang diperlukan, memiliki sense of crisis, dan kebal terhadap krisis. Sosok impian? Mungkin! Sosok itulah yang ingin dibentuk oleh Fund Planner seperti Mieke Rini Sutikno. Sama seperti sebuah cita-cita, sosok tersebut masih jauh dari kenyataan sehingga harus dibentuk dengan usaha sadar. Pola pikir dan common sense pun perlu dibentuk kembali dan waktu akan membuktikan semua usaha itu. Saya cukup beruntung bisa belajar secara rutin sehingga secara sadar saya juga belajar untuk mengubah diri menjadi sosok impian itu. Jadi secara sadar saya baca buku ini dengan tujuan yang jelas!"
--Farhan, Penyiar Delta FM, Partner Mieke Rini Sutikno dalam talk show Fund Planning

"Sekolah perencanaan keuangan yang paling berseni adalah perkawinan. Seorang bunda harus menjadi "menteri segala hal" dalam "kabinet pernikahan" yang merupakan sekolah jangka panjang. Melalui buku ini seorang bunda akan belajar menyesuaikan diri dengan penghasilan diri dan penghasilan pasangan, bukan hanya untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan para bunda sebagai tim yang solid dan menjadi manusia yang lebih baik. Melalui buku ini, kelak semua bunda tidak akan mempermasalahkan penghasilan pasangan yang tidak sempurna karena mereka akan terinspirasi bagaimana dapat tumbuh bersama. Apabila tahap ini mereka dapat melewatinya dengan baik maka perubahan untuk bangsa ini pasti akan terjadi. Perubahan yang berawal dari keluarga akan berakhir pada kejayaan bangsa. Selamat berguru dari buku ini. Jadilah seseorang yang bisa membawa perubahan."
--Ir. Shahnaz Haque-Ramadhan

"Ada trilogi mental entrepreneur, yaitu mental uang produktif (sisihkan sebagian pendapatan Anda untuk menciptakan penghasilan baru), mental pemberdaya (senang memimpin dan mendelegasikan pekerjaan) dan mental tangan di atas (senang memberi dan bersedekah). Buku Fund Planning ini sangat mendukung aplikasi mental uang produktif. Pesan saya untuk para pegawai, janganlah menghabiskan gaji Anda untuk membayar cicilan hutang dan pengeluaran konsumtif. Jadikan sebagian pendapatan Anda sebagai uang produktif. Untuk itu buku ini wajib dibaca." 
Bambang Suharno
--Direktur Indonesian Entrepreneur Society (IES), Penulis buku, 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha.


www.mediabuku.com

30 Menit Lancar Bicara Bahasa Inggris Vol.2

by: Silvester Goridus Sukur
Setelah membeli buku 15 Menit Lancar Bicara Bahasa Inggris karya Silvester Goridus Sukur, pasti kamu sudah mulai pede untuk bicara dalam bahasa Inggris, kan? 

Nah, sekarang untuk membuat kamu mahir dalam berbicara dan bercakap dalam bahasa Inggris, terbitlah buku 30 Menit Lancar Bicara Bahasa Inggris. Buku ini dilengkapi dengan gambar yang disertai contoh-contoh percakapan. Cara yang paling mudah mempelajari buku ini adalah dengan mempraktikkan berbicara dalam bahasa Inggris dengan teman-temanmu di sekolah, dengan kakak, adik, orang tuamu di rumah selama minimal 30 menit setiap harinya. 

Ya, kamu berbicara dalam bahasa Inggris setiap harinya minimal 30 menit dengan bahan-bahan percakapan yang ada di buku ini. Bila kamu melakukannya secara rutin selama minimal 2 bulan, kamu pasti sudah sangat mahir. Ingat ya, minimal setiap hari selama 30 menit-selama 2 bulan kamu berbicara dalam bahasa Inggris.


www.mediabuku.com

30 Menit Lancar Bicara Bahasa Inggris Vol.1

by: Silvester Goridus Sukur
Setelah membeli buku 15 Menit Lancar Bicara Bahasa Inggris karya Silvester Goridus Sukur, pasti kamu sudah mulai pede untuk bicara dalam bahasa Inggris, kan?

Nah, sekarang untuk membuat kamu mahir dalam berbicara dan bercakap dalam bahasa Inggris, terbitlah buku 30 Menit Lancar Bicara Bahasa Inggris. Buku ini dilengkapi dengan gambar yang disertai contoh-contoh percakapan. Cara yang paling mudah mempelajari buku ini adalah dengan mempraktikkan berbicara dalam bahasa Inggris dengan teman-temanmu di sekolah, dengan kakak, adik, orang tuamu di rumah selama minimal 30 menit setiap harinya. 

Ya, kamu berbicara dalam bahasa Inggris setiap harinya minimal 30 menit dengan bahan-bahan percakapan yang ada di buku ini. Bila kamu melakukannya secara rutin selama minimal 2 bulan, kamu pasti sudah sangat mahir. Ingat ya, minimal setiap hari selama 30 menit-selama 2 bulan kamu berbicara dalam bahasa Inggris.


www.mediabuku.com

The Superfast Way To Improve Your Speaking Skill

by: Tim Kafe Bahasa
Apakah Anda mengalami salah satu hal yang tersebut di bawah ini?

* Anda mudah memahami perkataan lawan bicara yang menggunakan bahasa Inggris, namun kesulitan dalam menanggapinya.
* Anda mengetahui suatu kata atau ungkapan, namun kesulitan saat ingin menggunakan kata atau ungkapan tersebut.
* Anda terlebih dahulu berusaha mengatur struktur atau pola kalimat dalam bahasa Inggris saat ingin berbicara.
* Kurang percaya diri saat harus berbicara dalam bahasa Inggris dengan seseorang yang Anda anggap memiliki kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris jauh lebih baik.

Bila Anda mengalami satu dari empat hal di atas, buku ini layak Anda miliki. Dengan metode sederhana, buku ini mendampingi Anda untuk menyiasati kendala berbicara dalam bahasa Inggris.


www.mediabuku.com

[resensi buku] Resensi Dreams from My Father

Haya Aliya Zaki haya77.multiply.com

Barack Obama (Obama) memang fenomenal. Ia adalah warga Amerika Serikat (AS) kulit hitam perdana yang diambil sumpah memangku jabatan menjadi Presiden AS. Padahal semua orang tahu bahwa lawannya saat kampanye cukup tangguh yakni, senator New York, Hillary Rodham Clinton. Diakui, sosok Obama sangat kuat menebar harum kharisma, pidato-pidatonya membius, dan mampu menarik limpahan simpati publik.

Sebenarnya, menjelang semarak pemilihan Presiden Amerika Serikat ke-44 beberapa waktu lalu, bukan warga Amerika Serikat saja yang berdegup cemas menanti hasil. Dan ketika akhirnya Obama menduduki posisi sebagai orang nomor 1 di negeri Paman Sam itu, bukan warga AS saja yang meluap bahagia. Di belahan bumi lain, ada warga Indonesia, ikut melonjak gembira dan menetes air mata haru. Ya, sepanjang sejarah pemilihan Presiden AS, baru kali ini nama Indonesia terdengar begitu karib. Bagaimana tidak, jejak masa kecil Obama selama beberapa tahun di Indonesia dan latar belakang keluarganya yang muslim, seolah mampu menjalin simpul 'hubungan emosi' nan kuat. Dan jelas, tersemat keping bangga di hati.

Untuk memenuhi animo masyarakat (terutama di Indonesia) tentang Obama, para penerbit berlomba melempar ragam buku seputar Obama ke pasaran. Buku karya Obama sendiri, Dreams from My Father: Pergulatan Hidup Obama, termasuk unik dan paling mencuri perhatian. Buku ini ditulis Obama sekitar 1 dekade silam, atas tawaran sebuah penerbit karena terpilihnya ia sebagai orang Afrika-Amerika pertama yang menjadi Presiden Harvard Law Review. Seiring ia mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika Serikat -tentu karena meroketnya publikasi- buku ini diterbitkan kembali. Ternyata respon masyarakat melebihi dugaan. Buku ini menuai sukses.

Buku ini terdiri dari 3 bab: Asal Usul, Chicago, dan Kenya. Diceritakan, Obama lahir di Hawaii, dari pasangan beda ras. Ayahnya, Barack Hussein Obama Sr, keturunan Afrika, warganegara Kenya (suku Luo). Dan ibunya, wanita cantik berkulit putih asal Kansas, bernama Stanley Ann Dunham (Ann).

Barack Hussein Obama Jr mewarisi nama indah sang ayah yakni: Barack, berarti barokah (berkah dari Tuhan). Sayang, pada umur 2 tahun, Obama ditinggal ayahnya ke Afrika. Rangkuman cerita tentang sang ayah dari Kakek, Toot (panggilan Nenek di Hawaii) –dari pihak ibu Obama-, ibunya, juga hubungan surat-menyurat, kerap menjadi pengobat rindu tak terucapkan.

Episode Indonesia
Lalu takdir menggariskan, Ann menikah dengan pria tampan berkulit cokelat berkebangsaan Indonesia, Lolo Soetoro (Lolo). Hmmm, bisa dipastikan, 'episode Indonesia' dalam buku ini adalah kisah yang paling ditunggu pembaca Indonesia.

Dan 'episode Indonesia' pun berawal dari sini. Karena sesuatu hal, Lolo terpaksa meninggalkan Hawaii dan pulang ke negaranya. Obama dan ibunya dibawa serta. Ada dialog lucu saat Kakek, Toot, dan Obama kecil mencari tahu lebih jauh tentang kondisi dan situasi negara Indonesia, melalui peta. "Dalam buku ini dikatakan bahwa mereka di sana masih punya macan," kata Kakek. "Dan orang utan." Dia melongok dari balik bukunya dan matanya membesar. "Bahkan di sini dikatakan bahwa di sana masih ada pemburu kepala!" (hal.53). Sementara itu, Toot menjejali koper Obama dan ibunya dengan makanan-makanan instan. "Kau tak pernah tahu mereka itu makan apa," ujarnya tegas (hal.54).

Nuansa panorama 'cokelat dan hijau' yang kental, tergambar baik dalam kenangan kanak-kanak Obama akan Indonesia. Lahan subur, rimbun pepohonan, hamparan sawah, dan aneka satwa menarik. Walau tak dimungkiri, potret kumuh dan terbelakang, mencengkeram erat penduduk kita saat itu. Belum lagi korupsi yang merajalela, perubahan radikal oleh polisi dan militer, industri-industri dikelola oleh keluarga presiden dan pengikutnya.

Karena tak pernah bersua dengan keluarga besar ayah kandungnya, maka, Indonesialah, tempat Obama pertama kali belajar tentang keragaman dan toleransi. Kemandirian, sikap santun, dan tidak banyak menuntut, adalah nilai positif lain yang ia tanam lekat di hati. Kehadiran adiknya, Maya Soetoro (saudara seibu Obama), beberapa waktu kemudian, kelak menjadi faktor yang kian melambungkan berita kedekatan sosok Obama dengan Indonesia.
Pergulatan batin Obama

Setelah Ann bercerai dari Lolo, Ann bersama anak-anaknya kembali Ke Hawaii. Masa remaja Obama sangat terjal. Lingkungan sekitar tidak bersahabat karena ia seorang kulit hitam dan bernama aneh. Sungguh tak mudah, ketika ia mengutuk sikap rasis para kaum kulit putih, secara bersamaan pula ia dibayangi wajah teduh sang ibu.

Depresi akibat reaksi represif lingkungan dan terjebak kemelut pencarian 'akar' budayanya (identitas), menjerumuskan Obama pada dunia minuman keras dan obat-obat terlarang. Untunglah, berkat motivasi dan dorongan ibunya, Obama beranjak bangkit dari keterpurukan. Karir dan kehidupan rohaninya pun berjalan mulus. Sebagai aktivis di Altgeld (Chicago), Obama cukup bersinar. Pada momen itu pula, ia sempurna memeluk ajaran Kristiani (setelah sebelumnya menjadi seorang agnostik).

Obama mencintai lelaki yang datang dan pergi dalam hidupnya. Ayah kandungnya, ayah tirinya, dan Kakek. Tapi pada ayah kandungnya-lah, Obama menumpukan semua yang ia cari. Ayah kandungnya yang cerdas luar biasa dan punya banyak mimpi. Mimpi untuk membantu perjuangan masyarakat. Obama merasa berhutang mewujudkan mimpi-mimpi ayahnya. Dan salah satu cara, Obama akan menempuh studi di Harvard Law School. Ia berpikir, setidaknya dengan belajar hukum, ia bisa membuat perubahan nyata.
Namun di satu sisi, Obama masih saja berkubang resah dalam titik pencarian 'akar'. Bertahun-tahun figur sang ayah tetap menjadi teka-teki, menggerogoti pikiran dan perasaan, mengajaknya untuk 'pulang'.

Wanita-wanita di sekeliling Obama
Siapa lagi yang menjadi ratu di hati Obama kalau bukan ibunya? Di mata Obama, Ann adalah wanita dermawan dan penuh kasih. Figur Ann memberi pengaruh mahabesar dalam pembentukan moral serta mental Obama. "Bila kau ingin tumbuh sebagai manusia," ujar Ann kepada Obama, "kau harus memiliki nilai-nilai." (hal.73). Bicara soal pendidikan, pendidikan Obama termasuk prioritas Ann. Contohnya saja, setiap hari jam 4 pagi, Ann disiplin membangunkan Obama untuk mengajarkannya Bahasa Inggris selama 3 jam.

Wanita lain yang sangat dekat dengan Obama adalah Toot. Selama ini mereka tinggal bersama. Apalagi ketika Ann melanjutkan penelitian antropologinya di Indonesia, praktis hanya Toot (dan Kakek) yang menemani Obama. Toot wanita pekerja keras, juga bijaksana. Meski berkulit putih, Toot sangat membenci rasisme. Ada pula Maya Soetoro. Sayang, dalam buku, kehadiran wanita beretnis Jawa yang sekarang bermukim di Hawaii ini seakan selingan semata. Tak ada kesan khusus membekas. Berbeda dengan Auma, kakak tiri Obama (saudara seayah). Obama membahasnya dalam 1 sub bab penuh. Auma banyak mengurai nostalgia tentang ayah mereka. Meski mendapatkan informasi-informasi baru dari Auma, Obama masih merasa belum mengenal sosok sang ayah. Akhirnya, atas desakan kakak tirinya itu, tekad Obama untuk 'pulang' benar-benar bulat.

Tampaknya, tumbuh besar dikelilingi oleh wanita-wanita yang menyayanginya, membuat Obama dianugerahi pribadi lembut dan gampang tersentuh.

Mewujudkan mimpi masa lalu Ayah
Obama berangkat ke tanah asal ayahnya (Nairobi). Ia ingin mencari siapa dirinya. Ia tak mau lebih lama tercerabut dari 'akar'. Menyimpan perasaan 'dibuang' sejak masih kanak-kanak, sungguh menyakitkan.

Di sanan Obama bertemu dengan keluarga besarnya. Para bibi dan paman, sepupu-sepupu, istri pertama ayahnya (Kezia, ibunya Auma), istri ketiga ayahnya (Ruth), dan nenek. Cerita-cerita yang meluncur, terutama dari bibi serta nenek, menyibak sejarah keluarga Obama dan penyebab sang ayah meninggalkannya. Puncaknya, Obama menangis pilu di pusara kakek dan sang ayah. Tapi yang terpenting di atas segala, Obama berjanji akan berusaha keras mewujudkan mimpi-mimpi ayahnya yang menguap.

Jujur, Bab Kenya adalah bab favorit saya. Obama mendeskripsikan dengan detil tanah merah Afrika, pasar tua-nya, hiruk-pikuk masyarakat, aksi riuh para pedagang, dan pesona safari di alam terbuka. Saya ibarat menjelajah ke suatu tempat baru, eksotis, mengasyikkan. Wawasan tentang suku-suku, adat istiadat, kebudayaan, sampai histori awal kaum kulit putih menduduki daerah di sana, sangat bermanfaat membuka pikiran.

Penutup
Seperti yang telah diutarakan Obama dalam Pendahuluan, buku ini tidak memuat prestasi-prestasi berharga untuk dicatat, percakapan dengan orang-orang termasyhur, atau sebuah peran utama dalam peristiwa-peristiwa penting (hal.18). Namun, kisah istimewa warna-warni kultur keluarga Obama dan proses jatuh-bangun ia -yang ditakdirkan menjadi pemuda kulit hitam dan menyandang nama aneh- sampai menjadi 'bintang' seperti sekarang, pastinya menginspirasi banyak orang. Tak heran bila buku ini mengukir penghargaan bergengsi sebagai buku terlaris versi harian New York Times dan British Book Award For Best Biography 2009.

Setelah buku ini, Obama menulis buku berikutnya yakni: Menerjang Harapan: Dari Jakarta Menuju Gedung Putih. Buku kedua ini merupakan kelanjutan perjalanan hidup Obama. Di dalamnya antara lain mengulas, tentu saja, Indonesia. Bedanya, kalau di buku sebelumnya Obama berbicara Indonesia dari sudut pandang lugu kanak-kanak, di buku ini ia berbicara Indonesia dari sudut pandangnya sebagai politikus handal. Selain itu, lengkap pula dibahas tentang refleksinya sebagai warga yang 'tidak pernah berhenti resah', perkembangan politik, kebijakan-kebijakan Presiden AS terdahulu, masalah-masalah internasional, plus kerajaan kecilnya bersama Michelle.

Bila sebagian dari Anda menelaah buku kedua Obama dengan nafas tersendat dan dahi berlipat karena aroma politiknya yang pekat, maka, memamah Dreams from My Fahter: Pergulatan Hidup Obama, mungkin akan memberi suatu sensasi 'menyenangkan'. Mengapa? Karena di sini Obama lebih banyak bertutur tentang dahsyatnya arti keluarga, dalam rangkaian bahasa indah dan memikat. Dengan pemahaman sederhana, maknanya mampu menelusup deras ke lubuk hati. Banyak kalimat menggugah emosi, memaksa kabut mengaburkan kelopak mata. Kelebihan lain, catatan-catatan kaki sangat membantu pembaca awam untuk mengerti istilah-istilah sukar (terutama istilah hukum). Para penerjemah dan penyunting layak mereguk pujian atas hasil kerja keras mereka mengolah buku ini.

Hanya, barisan huruf berukuran kecil dan rapat, membuat mata cepat menjemput lelah. Nihilnya dokumentasi berupa foto (selain foto Obama), sedikit merajam suka. Saya pribadi berharap, paling tidak, dapat menikmati foto orang-orang penting dalam kehidupan Obama seperti: ayah-ibu Obama, Kakek-Toot, Maya Soetoro, atau mungkin keluarga besar Obama di Kenya.***


www.mediabuku.com

Intisari Manajemen Keuangan

by: Handono Mardiyanto
Ruang lingkup manajemen keuangan sesungguhnya mencakup tiga hal, yaitu keputusan keuangan, keputusan investasi, dan kebijakan dividen. Keputusan keuangan adalah semua keputusan manajerial untuk mencari dana. Keputusan investasi adalah keputusan manajerial untuk mengalokasikan dana pada berbagai macam aktiva. Kebijakan dividen adalah kebijakan manajerial untuk menetapkan berapa laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham dan berapa laba yang dicadangkan (retairned earning). 

Buku-buku teks manajemen keuangan yang ada selama ini pada umumnya hanya menuturkan kembali apa yang sudah disampaikan dalam buku-buku teks asing. Akibatnya, pembaca awam (termasuk mahasiswa yang baru mengikuti mata kuliah Manajemen Keuangan) masih sulit menangkap inti sari permasalahan dan masih bingung menyelesaikan masalah tertentu.

Buku Manajemen Keuangan yang terdiri dari 21 bab ini berusaha menjawab semua permasalahan di atas. Dilengkapi dengan latihan soal, dan pengalaman penulis selama mengajar lebih dari sepuluh tahun, buku ini telah diujicobakan kepada para mahasiswa selama empat semester berturut-turut. Dengan demikian, buku ini sangat cocok bagi mahasiswa jurusan akuntansi di fakultas ekonomi.


www.mediabuku.com

Aku Ber-FACEBOOK Maka Aku Ada

by: vbi_djenggotten
Facebook telah menjadi ruang sosial yang baru . Melihat fenomena itu Mas Vbi mencoba menggambarkannya secara kritis dan estetis lewat komik yang luar biasa menarik ini. Kepekaan dan kejeliannya mengantar kita untuk mengalami dunia facebook ini secara lebih luas. Ada kegelian, keharuan ,perasaan bingung absurd, bahkan kejengkelan namun juga sentilan untuk menukik lebih ke dalam pada diri kita. Secara segar dia menyapa kemanusiaan kita....
-Eko Agus Prawoto, Arsitek, seniman, fesbuker-

Komik ini unik banget,dengan gambar yang kocak dan detail yang digarap dengan kreatif. Veby berhasil menjadikan komik ini gak hanya sekedar lucu tapi juga berisi.
Wahai Fesbukers, selamat bercermin di komik ini!
-Sheila Rooswitha Putri, Komikus "Cerita si Lala"-

Meski bukan fesbuker, saya melihat komik ini bisa mengangkat fenomena facebook yang sedang "booming" secara cerdas dan menghibur… Syukurlah, saya tetap nggak berminat ikutan facebook…hahaha…
-Muhammad Razi Rahman, wartawan, penulis buku "50 Ilmuwan Muslim Popuer", bukan fesbuker-

berupaya maramaikan ranah komik indonesia raya...dengan sebuah kumpulan komik strip dan beberapa komik lepas tentang fenomena facebook...


www.mediabuku.com

The Girl with The Dragon Tattoo (Blomkvist & Salander Trilogy)

by: Stieg Larsson
Harriet Vanger, putri salah satu keluarga paling berpengaruh di Swedia, hilang 40 tahun yang lalu. Kasusnya tak terpecahkan. Tak ada mayat. Tak ada saksi. Tak ada bukti. Semua petunjuk mengarah ke jalan buntu.

Henrik Vanger, sang paman, yakin keponakannya itu dibunuh dan pelakunya adalah salah seorang anggota keluarga Vanger. Ia menyewa Mikael Blomkvist, seorang jurnalis investigatif sekaligus pemilik majalah Millenium, untuk menyelidiki kasus Harriet.

Dalam investigasinya, Blomkvist mendapat bantuan dari Lisbeth Salander, gadis punk asosial yang jenius dan memiliki memori fotografis dan keahlian hacking.

Mereka menemukan kaitan antara hilangnya Harriet dengan sejumlah kasus pembunuhan berantai yang tak terpecahkan. Berdua mereka berupaya menguak rahasia kelam keluarga Vanger yang hampir membuat nyawa Blomkvist hilang.


www.mediabuku.com

Mukjizat Sabar

by: Tallal Alie Turfe
Allah Swt. menguji manusia dengan pelbagai kenikmatan dan kesulitan. Kenikmatan bisa membuat orang bersyukur, tetapi ia juga bisa membuat orang kufur. Kesulitan bisa membuat orang mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi ia juga bisa menyebabkan orang menyalahkan Tuhan. Di situlah arti-pentingnya sabar: bagaimana orang mampu bersabar dalam menghadapi kenikmatan dan menerima kesulitan.
 
Buku ini mengungkapkan rahasia kesabaran para nabi dan orang saleh dalam menghadapi pergulatan hidup. Melalui kesabaranlah, para nabi berhasil mengembangkan dakwahnya, para sufi meraih cinta Ilahi, orang-orang beriman sanggup menjalani ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Alih-alih identik dengan kelambanan dan kemalasan, sabar justru merupakan puncak spiritualitas para nabi. Inilah buku yang bisa merevolusi pandangan Anda tentang sabar.


www.mediabuku.com