Selasa, 16 Februari 2010

The New Rules of Marketing & PR

by: David Meerman Scott
Di setiap perkuliahan, mahasiswa jurusan pemasaran didoktrin untuk selalu memerhatikan 4P—product, place, price, dan promotion—sebagai pilar utama pemasaran. Namun, pada kenyataannya kini tak cukup itu saja. Sekarang perusahaan sudah seharusnya mengalihkan perhatiannya dari sekadar 4P ke audiens. Sebab, ketika Anda sudah memahami audiens, mulailah membuat konten yang menarik di Web Anda untuk berkomunikasi dengan mereka.

Melalui cara ini, niscaya lalu-lintas situs Web akan meningkat, lead (daftar pelanggan) akan semakin panjang, dan penjualan akan terdongkrak secara signifikan. Itulah garis besar dari buku yang ditulis oleh David Meerman Scott, Marketing Vice President KnightRidder, dan pengasuh situs www.WebInkNow.com.

Buku ini, paling tidak, akan dibenci oleh dua golongan pembaca. Golongan pertama adalah para agensi periklanan tradisional. Karena, dalam kenyataannya, dengan investasi yang lebih rendah, return on investment (ROI) pemasaran online jelas lebih efektif dan terukur dibanding ROI media tradisional. Golongan kedua ialah kelompok yang terdiri dari para praktisi pemasaran dan public relations (PR) generasi lama, yang meyakini rilis pers dan iklan adalah media yang paling ampuh untuk menyampaikan pesan pemasaran. Bagi mereka, kampanye pemasaran tidak cukup nyata apabila belum ditampilkan di layar televisi.

Buku ini terdiri dari tiga bgian utama. Pada bagian pertama, Scott menjelaskan mengapa internet mengubah aturan-aturan pemasaran dan PR. Pada bagian kedua dipaparkan jenis-jenis sarana, seperti blog, wiki, podcast, forum, pemasaran mesin pencari, dan media sosial. Pada bagian terakhir dijabarkan strategi menciptakan langkah pertama dan rencana kerja untuk memanfaatkan sarana-saran tersebut dalam kampanye pemasaran dan PR.

Sebelum adanya internet, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan produk dan layanan adalah dengan memanggil seorang jurnalis untuk menuliskan produk, layanan, dan perusahaan kita; atau dengan memasang iklan di televisi, radio, dan surat kabar dengan biaya tinggi. Internet mengubah segalanya. Kini setiap orang bisa menyebarluaskan sendiri pesan pemasaran melalui internet agar bisa dibaca, didengarkan, dan disaksikan oleh ribuan orang di seluruh dunia tanpa melalui perantara.

Scott menawarkan dua komponen pemasaran web, yaitu komponen strategis dan komponen taktis. Dalam komponen strategis, ia menawarkan sebuah ide besar, sedangkan dalam komponen taktis ia mengumpulkan sarana-sarana media baru yang saling terpisah menjadi sebuah kerangka kerja yang koheren.

Secara strategis, Scott menyajikan kunci aturan PR yang baru: tidak lagi sekadar media relations—menulis rilis pers untuk para jurnalis, berharap mereka akan menulis produk, layanan, atau perusahaan Anda. Lebih dari itu, menyebutkannya sebagai market relations—dengan menulis rilis berita dan menggunakan sarana distribusi online untuk menyasar pembeli secara langsung.

Rilis berita tidak semata-mata mengenai produk, layanan, atau perusahaan—melainkan mengenai topik-topik yang disukai oleh pasar, seperti ide-ide baru, perspektif mengenai apa yang sedang terjadi dalam industri, atau panduan untuk memecahkan masalah. Itu semua didistribusikan dan dipromosikan melalui Web 2.0.

Secara taktis, Scott menyajikan sebuah kerangka kerja yang koheren untuk mengintegrasikan semua sarana Web 2.0 ke dalam sebuah kesatuan program pemasaran dan PR: blog, podcasting, wiki, forum diskusi online, media sosial, video situs Web, dan pemasaran mesin pencari. Pendekatan terintegrasi niscaya akan memaksimalkan dampak dari upaya pemasaran dan PR kita, dan Scott menyediakan kerangka kerja yang diperlukan untuk mencitpakan koherensi dan action plan yang produktif.

Separuh lain dari buku ini dimaksudkan untuk mejaring kekuatan-kekuatan baru saat ini, seperti halnya menciptakan sebuah press room pada situs Web, di mana Anda menyimpan semua rilis berita mengenai perusahaan Anda dan beberapa media lain seperti podcast, artikel yang diterbitkan, foto staf Anda, dan sebagainya.

Anda juga disarankan untuk selalu terlibat dalam press room tersebut. Bahkan, jika belum siap memulai blog Anda sendiri, mulailah dengan membaca blog-blog berpengaruh di industri Anda. Jika Anda sudah mulai merasa nyaman dengan berbagai gaya para blogger, bergabunglah dengan perbincangan mereka dan memberi komentar pada blog mereka. Dengan cara itu, Anda akan merasa lebih dari cukup bisa memulai blog sendiri.

Sayangnya, saya tidak bisa menemukan secara konkret yang dimaksud oleh Scott sebagai "rules" atau aturan sebagaimana mestinya. Buku ini lebih berisikan banyak contoh, saran, prinsip, dan panduan yang luar biasa. Meskipun terkadang penulis menggunakan banyak ego dan anekdot personalnya, buku ini memang dirancang untuk dibaca seperti halnya sebuah blog. Hal-hal semacam itu justru menjadi bumbu yang menyegarkan sehingga membuat kita semakin ketagihan untuk mengikuti alur pemikirannya.

Yang menarik lagi, buku ini mencantumkan sumber-sumber yang sangat bermanfaat. Banyak hyperlink dan catatan kaki yang menarik menjadikannya sebagai referensi yang sangat tepat bagi para praktisi pemasaran dan PR atau konsultan media digital. Semoga buku yang ditulis dari hasil penelitian dan pengalaman ini bisa menjadi harapan baru bagi para pelaku bisnis dalam menghadapi krisi finansial dan ekonomi yang sedang melanda dunia saat ini.


www.mediabuku.com

0 komentar: