Selasa, 01 September 2009

Cara Praktis Membentuk Anak Sehat, Tumbuh Kembang Optimal, Kreatif, dan Cerdas Multipel

by: Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi
Buku kecil ini terutama berisi petunjuk-petunjuk praktis yang langsung dapat diterapkan pada bayi dan batita masing-masing. Memudahkan orangtua dan secara cepat belajar mengenai kiat utama agar anak sehat, kreatif, tumbuh kembang optimal, dan cerdas multipel.


www.mediabuku.com

[resensi buku] Ketika Malaikat Menggugat Kemapanan Berpikir Manusia...

Meicky Shoreamanis Panggabean, Kompas.com, 27 Agustus 2009

"Kebanyakan orang dewasa sering kali menjadi amat terbiasa dengan dunia sehingga mereka menganggap seluruh alam semesta ini biasa-biasa saja. Kalau kau merenungkannya, hal itu  cukup lucu karena mereka hanya ada di dunia ini untuk kunjungan singkat saja" (hal. 44).

Jostein Gaarder memang kerap menggugat kecenderungan orang dewasa yang menyerap banyak hal tanpa banyak tanya dan karenanya gagal untuk menghirup kehidupan hingga ke sarinya. Dalam novel Dunia Sohie,  gugatan ia lancarkan melalui Sophie. Dalam buku ini Cecilia,  gadis yang sedang sakit dan hanya bisa berbaring seharian, serta malaikat penghiburnya yang bernama Ariel, menjadi penyambung lidah Gaarder untuk menggugat kemapanan berpikir manusia. 

Dengan jenial, Gaarder mengulas  berbagai gagasan  unik  dalam dialog kritis  namun ringan  yang sangat thought-provoking. Pilihan kata yang sederhana dan gaya penulisan yang santai berbanding terbalik dengan pemikiran-pemikiran besar dan mendasar yang tersimpan rapi di dalamnya. 

Malaikat Ariel hadir sebagai sosok jahil, botak tanpa sayap yang gemar ngobrol dengan  malaikat-malaikat lain di surga tentang manusia berikut keanehannya. Ia pernah  iseng  pergi ke  bulan untuk memata-matai Neil Armstrong.  Ariel  membuat Cecilia berpikir ulang mengenai  berbagai hal yang dengan nyaman telah menghuni pikirannya selama belasan tahun."Saat manusia mendarat di bulan, itu menjadi lelucon di kalangan malaikat.   Banyak sekali dari kami yang hadir  di bulan saat itu namun mereka begitu bangga karena menganggap  merekalah yang pertama kali mengunjungi bulan", ujar Ariel (hal.160)

Ketika Cecilia bercerita bahwa gurunya berpendapat masa kanak-kanak adalah tahapan menuju kedewasaan, Ariel menyergah dengan cepat,"Justru masa dewasalah yang  merupakan tahapan menuju lahirnya anak-anak baru". (hal.38). Saat Cecilia mengatakan bahwa Adam dan Hawa adalah orang dewasa, Ariel pun dengan serta-merta mengoreksi kalimat tersebut. "Mereka tumbuh dewasa", sanggahnya. "Ketika Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, mereka adalah anak-anak kecil yang dipenuhi rasa ingin tahu…Tak ada gunanya membikin taman luas kalau tidak ada anak-anak yang bermain di dalamnya" (hal.39).
 
Selama membaca buku ini, kita akan terpesona dengan kedalaman berpikir dan ketinggian imajinasi Gaarder. Ariel yang begitu kebingungan dengan berbagai  aspek kehidupan manusia banyak mengajukan pertanyaan yang membutuhkan  kecerdasan  tersendiri sebelum menjawabnya. "Malaikat hanya bisa merasakan kata-kata", ujar Ariel."Apa rasanya enak?" Tanyanya (hal.70). "Rada aneh juga, sih", hanya itu yang bisa keluar dari mulut Cecil. Ketika Cecil melontarkan keheranannya akan ketidakmampuan malaikat untuk merasakan sesuatu, dengan cerdik Ariel menyahut,"Tapi pikiranmu tidak bisa merasakan apa yang dipikirkannya, tidak seperti kau bisa merasakan bola salju di tanganmu" (hal.85).

Adapun kehadiran Ariel  di kamar Cecil yang tak bisa diindrai manusia dianalogikan  sebagai kehadiran tubuh kita di  pantai dalam sebuah mimpi."Apakah kau akan mengatakan bahwa dalam mimpimu, kau berada-dalam makna tertentu-di  pantai itu?" (hal.123), begitulah Ariel bertanya yang diiyakan tanpa ragu  oleh Cecilia.   Dialog tentang mimpi akhirnya ditutup Ariel dengan uraian mendalam sekaligus menarik.


" ..Saat manusia bermimpi, kalian menjadi aktor sekaligus penonton…Idealnya, kau seharusnya punya kemampuan menghentikan sebuah mimpi jika kau tak menyukainya. Seharusnya ada pintu darurat di dalam bioskop tapi karena bioskop itu adalah jiwamu sendiri-yang memutuskan film apa yang diputar-itu menjadi mustahil karena kau tak bisa lari dari jiwamu sendiri" (hal 140).

Dialog bernas seperti di atas memang amat mungkin ditemukan dalam cerita yang mengambil malaikat sebagai salah satu karakter.  Sebagai mahkluk yang berlainan dunia dengan manusia, malaikat  memang berpotensi dijadikan sumber kutipan cerdas  atas dasar asumsi bahwa cara ia menalar dan merasa pastilah amat berbeda dengan manusia. Film 'Touched by an Angel' yang diputar DAAI  TV adalah salah satu produk  sarat nilai yang menggunakan malaikat sebagai pemeran utama. Arswendo Atmowiloto juga pernah menjadikan malaikat sebagai tokoh sentral dalam novelnya yang berjudul 'Kau Memanggilku Malaikat'.

Membaca buku ini akan (semakin) memampukan  kita untuk melihat banyak hal  biasa dengan cara pandang yang sungguh tidak biasa karena,"Sebagian malaikat percaya bahwa setiap mata yang memandang ciptaan Tuhan adalah mata Tuhan sendiri" (hal.100). Kalimat cerdas bertebaran di berbagai halaman, berebutan untuk memberikan kita pemikiran baru tentang kehidupan.

Alam semesta dan kehidupan di dalamnya telah lama dimaknai sebagai sekumpulan  teka-teki akbar. Dan  dengan bantuan Ariel serta Cecil, nampaknya Gaarder  berhasil memecahkan lebih banyak teka-teki daripada yang dilakukan manusia jika berusaha seorang diri.

---
*Guru Pelita Harapan Lippo-Cikarang, Penulis 'Keberanian Bernama Munir:Mengenal Sisi-sisi Personal Munir' (Mizan, 2008).



www.mediabuku.com

[resensi buku] Ma Yan, Kolaborasi Ibu dan Anak yang Menghangatkan Jiwa

Meicky Shoreamanis Panggabean, Kompas.com, Selasa, 1 September 2009  

*Bai Juhua adalah seorang perempuan buta huruf yang tinggal di Zhangjiashu, sebuah wilayah berpenghasilan rata-rata 400 yuan per tahun  ketika pendapatan nasional Cina adalah 6000 yuan. Suami Juhua, Ma Dongji,  kerap meninggalkan keluarga hingga  berminggu-minggu  untuk mencari nafkah dan terkadang pulang tanpa uang satu yuan pun karena ditipu mandor. 

Juhua tinggal bersama ketiga anaknya yang dengan seluruh  upaya berusaha ia sekolahkan. Bagaimanapun, kemiskinan yang mencengkeram membuat Juhua terpaksa mengeluarkan Ma Yan  dari sekolah. Ma Yan lantas melancarkan protes "Jadi, anak laki-laki boleh terus bersekolah dan aku bekerja?" begitu ia menggugat.   "Begitulah", sahut  sang Ibu (Hal.130).

Keputusan Juhua sebenarnya mudah dipahami karena perempuan memang warga negara kelas dua di negerinya.  Bagaimanapun, Junhua tersentuh dengan antusiasme Ma Yan  untuk tetap sekolah dan sebagai seorang ibu, ia pun melakukan semua yang mungkin dan mencoba apa yang terlihat mustahil untuk mewujudkan cita-cita  anaknya. Ada pun Ma Yan yang tumbuh sebagai figur pantang menyerah, terus belajar di tengah-tengah kelaparan yang kerap melilit perutnya. Tak hanya memeras keringat, kedua perempuan ini pun tak putus mendaraskan doa-doa kepada Tuhan dengan iman dan air mata.

Lantas, apa hasil dari  seluruh tetesan keringat dan air mata mereka yang nampaknya membasahi telinga Tuhan hingga basah kuyup? Hasilnya adalah  sebuah cerita  penggugah semangat yang dimuat media Perancis, diterjemahkan  ke  dalam 17 bahasa dalam waktu kurang dari 4 tahun dan berhasil mendorong  sebuah lembaga untuk memberikan bea  siswa kepada Ma Yan dan sekitar 250 temannya  dari  desa yang sama.
***
Kisah perempuan kelahiran 6  Maret  1988 ini sekarang hadir dalam bentuk novel yang benar-benar menguras emosi. Karena menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, Ma Yan bertekad  untuk  terus sekolah, apapun taruhannya. Ia bahkan rela kelaparan  selama dua minggu agar bisa membeli sebuah pena yang akan membantu kelancarannya dalam belajar. Pena ini jugalah kelak yang akan ia gunakan untuk mengisi buku hariannya, benih dari buku laris Diary of Ma Yan yang pertama kali terbit di London pada tahun 2005.

Catatan harian ini membuka mata dunia mengenai apa yang terjadi pada diri  Ma Yan. "Akan kubawa keluargaku menjauh sejauh-jauhnya dari takdir kemiskinan", demikian  ia menuliskan  tekadnya (hal.162). Komitmen ini membuatnya rela berjalan kaki, atau kadang-kadang menumpang traktor dengan membayar satu yuan,  ke sekolah  yang berjarak  5 jam dari rumah dengan resiko bertemu ular atau perampok. Ia pun tak keberatan tinggal di asrama dengan menu sehari-hari satu potong roti agak keras serta nasi yang hanya dibumbui dengan sedikit sayur kubis.

Dari catatan ini pula  dunia tahu tentang  betapa dahsyatnya upaya yang dilakukan Juhua agar  Ma Yan tak bernasib seperti anak perempuan lainnya:Miskin, bodoh lalu  menikah dan tetap menjadi miskin serta bodoh. Hidup denga rasa perih  yang amat menyakitkan karena sebagai ibu ia hanya mampu memberi makan anaknya dua kali sehari, Juhua bertekad untuk mematahkan kemiskinan yang telah  turun-temurun melingkari  keluarganya. Ia  bahkan rela menjadi pemanen  fa cai, tumbuhan yang biasa dikonsumsi dalam bentuk salad atau sop, di Mongolia Dalam demi  beberapa puluh yuan untuk membayar uang sekolah Ma Yan:Menumpang traktor sejauh 400 kilometer, diterpa pasir dan angin, berangkat memanen jam setengah enam pagi dan membungkuk hingga jam tujuh  malam untuk menebas fa cai dan tidur beratapkan bintang, tak perduli betapapun dinginnya udara ketika itu.

Kerja keras ibu dan anak ini  digulirkan Sanie B. Kuncoro dari sudut pandang Juhua dan Ma Yan sekaligus, sebuah  cara penulisan yang membuat keterlibatan emosi pembaca menjadi lebih dalam. Bagaimana tidak, penerapan dua sudut pandang semacam  ini memberi gambaran yang lebih utuh tentang  peristiwa yang baru saja terjadi dan secara otomatis, melahirkan intensitas emosi yang lebih kuat di hati pembaca.

Perasaan kita akan dibuat haru biru oleh  uraian Junhua yang merasa gagal sebagi ibu karena ia merasa terus-menerus  memberikan kepahitan hidup kepada anak-anaknya (hal.115-126). Kita juga  'dipaksa' untuk kembali mengingat cinta dan jasa  orang tua, terutama ibunda, saat membaca curahan hati Ma Yan tentang Junhua: Ibu yang menyembunyikan rasa sakit dan letih agar anaknya  bisa belajar dengan tenang (hal.88), ibu yang memberikan seluruh makanan yang ada untuk anaknya dan membiarkan dirinya kelaparan dan kehausan hingga bibirnya kering (hal.94).

Kasih ibu bagaikan mentari yang membuat rumput  bertumbuh  namun  tak menerima apapun sebagi balasan, begitu makna yang tersirat dari   'Yai Zi Yin' atau 'Traveler's Recite', sebuah puisi indah karya Meng Jiao yang hidup di era Dinasti Tang. Keindahan  serupa  dengan mudah bisa kita jumpai dalam novel ini mengingat  Sanie memang penulis senior yang kerap menulis dengan gaya puitis serta melankolis.

Sayangnya, dalam novel ini  cerita mengalir begitu saja tanpa ada pendahuluan atau penutupan apa pun. Hal ini tak menjadi masalah jika saja cerita semata-mata adalah hasil imajinasi si pengarang namun kenyataannya novel ini diangkat dari kisah yang benar-benar terjadi.  Tentu akan  jauh lebih baik jika pembaca diberi beberapa keterangan  sehubungan dengan tokoh yang asli seperti yang bisa kita temukan dalam cerita The Life of Pi  karya Yann Mattel yang sudah diterbitkan juga dalam Bahasa Indonesia.

Novel The Life of Pi, yang  juga ditulis berdasarkan  kisah nyata, dibuka dengan penjabaran tentang awal-mula proses  penulisan buku dan ditutup  dengan penjelasan tentang bagaimana nasib Pi selanjutnya. Mengingat Ma Yan masih hidup dan masih amat muda, wajar jika pembaca ingin tahu apa yang terjadi setelah catatan hariannya dipublikasikan.

Lepas dari kekurangan di atas yang kelak  bisa dengan mudah ditutup saat buku dicetak ulang, novel ini sungguh adalah sebuah  santapan yang menghangatkan jiwa. Seperti halnya Laskar Pelangi, yang  bukan hanya judul nove dan film melainkan juga nama dari  lini yang mendukung penerbitan buku ini, catatan Ma Yan  bisa menggiring kita untuk kembali merenung tentang signifikansi pendidikan, pentingnya  bermimpi dan sikap pantang mundur, isu kemiskinan dan ketidakadilan serta, ah tentu saja, kasih  ibu yang kelembutannya melebihi kulit bayi.

*Guru Pelita Harapan Lippo-Cikarang, Penulis 'Keberanian Bernama Munir: Mengenal Sisi-sisi Personal Munir' (Mizan, 2008).



www.mediabuku.com

Nagara Krtagama: Kakawin Desa Warnnana uthawi

by: Prof. Dr. Drs. I Ketut Riana, S.U.
Kakawin Dèsa Warnnana uthawi Nàgara Krtàgama adalah sebuah karya sejarah monumental yang mendeskripsikan masa keemasan Kerajaan Majapahit, yakni pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang bergelar Raja Rajasa Nagara. Saat Hayam Wuruk yang berkuasa pada belahan kedua abad ke-14, dianggap sebagai titisan Bhatara Hyang Giri Natha (Bhatara Siwa) yang bertugas menenteramkan dan menyejahterakan rakyat Nusantara, bahkan negara-negara tetangga yang menyatakan bergabung dengan Majapahit.

Karya sastra sejarah yang menggambarkan kemegahan Kerajaan Majapahit ini amat penting dalam penyusunan sejarah Indonesia. Antara lain karena Majapahit merupakan salah satu kerajaan Nusantara yang terbesar yang sejak 700 tahun silam sudah dikenal hingga ke Pulau Madagaskar di Samudera Hindia, di lepas pantai timur Afrika. Pustaka ini menyajikan silsilah Mpu Tantular, kisah kelahiran dan silsilah Raja Hayam Wuruk dan gambaran Mpu Prapanca tentang Istana Majapahit yang dikatakan amat megah, yang disebutnya seperti matahari bersinar di siang hari serta bagai bulan bersinar di malam hari. 

Buku ini juga mengandung deskripsi tentang luasnya wilayah jajahan Kerajaan Majapahit, peristiwa wafatnya Patih Gajah Mada, serta konsep dan filsafat Pancasila buah pemikiran Mpu Prapanca yang kini menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kecuali menyajikan teks dalam bahasa Jawa Kuna yang dipengaruhi bahasa Sansekerta, sesuai dengan naskah aslinya, buku ini juga menyajikan teks berhuruf Bali, sesuai dengan yang tertulis dalam lontar.


www.mediabuku.com

[artikel dinamika] Sebelum Perahu Kertas Berlayar

Sumber: Mizan.com

Sebagai salah seorang yang pernah membaca karya Dee, saya sangat menikmati Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, dan Supernova: Akar. Boleh dibilang, melalui Supernova keping pertama, pergumulan menemukan bacaan bermutu dan hasrat intelektual terpuaskan. Sebagai mahasiswa yang masih hijau daun dan sok ngilmiah (bahkan saya ingat betul kosa kata ilmiah dicari dan dihafal mati untuk memuaskan narsisisme kemahasiswaan saya), saya betul -betul tersihir dengan hadirnya kosa kata asing yang harus dibantu dengan membaca catatan-catatan kaki yang ditulis oleh Dee.

Membaca Supernova melambungkan saya pada gagasan novel saintifik dengan bumbu chaotic yang kental. Maka bertemulah saya pada istilah bifurkasi yang menawan pada Supernova. Kata ini, dan kata-kata saintifik lainnya, segera menyita seluruh perhatian saya—menciptakan semacam gelegar. Namun, membaca Akar, dengan tokoh utamanya yang bernama Bodhi, saya segera teringat Chin Mi dengan jurus pamungkas Ilmu Peremuk Tulang dari Kuil Dairinji. Saya masih bisa menemukan keasyikan yang sama tetapi dengan gaya menulis yang sama sekali berbeda.

Tahun berlalu, saya seakan lupa dengan novel-novel Dee sampai kemudian saya larut membaca manuskrip terbaru Dee, Perahu Kertas, lalu merampungkan Rectoverso setelahnya. Novel yang awalnya dirilis melalui versi WAP, menggandeng salah satu operator seluler, ini memang unik. Dibandingkan dengan karya Dee lainnya, novel ini segar dan tidak banyak diimbuhi catatan kaki seperti pada Supernova—kecuali ungkapan khusus bahasa Sunda dan Bali.

Mungkin karena Dee ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda—sebuah proyek bunuh diri, demikian Dee menyebutnya, yang dituntaskan secara maraton selama 55 hari di sebuah kos-kosan mahasiswi di utara kota Bandung. Meskipun demikian, karya Dee ini tetap memiliki aroma khas Dee yang filosofis dan penuh permenungan—sisi remajanya sangat akrab dan pas, tetapi tetap penuh kendali bahkan dengan sengaja meremas emosi pembaca, menahannya selama mungkin sampai mencapai kulminasi di akhir babak. Mantap!

Kisah di Balik Perahu
Penerbitan Perahu Kertas merupakan kolaborasi apik antara Bentang Pustaka, Truedee, dan Dewi Lestari sebagai penulis. Saya memang tidak mengikuti proses kreatif awalnya dari blog, tetapi saya langsung jatuh hati saat membaca versi WAP-nya. Biarpun pegal dan mata perih melihat teks di ponsel yang cuma sebesar semut, saya bisa bertahan hingga 100-an halaman. Nah, ide pun muncul kenapa tidak diterbitkan Bentang saja versi cetaknya. Saya tahu Dee telah memiliki penerbitan sendiri dengan nama Truedee; akan tetapi, keberuntungan tentu perlu dicoba. Lalu berlayarlah pinangan Bentang sejak awal 2009 kepada Dewi Lestari. Dan seperti yang dibilang orang, the rest is history.

Ada kebiasaan saya yang selalu ingin bertanya, entah kepada editor penanggung jawab, asisten editor, atau para proofreader yang sudah menikmati sebuah karya. Saya selalu tanya kesan mereka setelah membaca naskah. Apakah mendebarkan, seru, atau malah biasa-biasa saja. Komentar mereka saya perlukan untuk melihat apakah timbul passion setelah membaca naskah bagus. Apakah gagasan penulis memantik ide teman-teman di penerbit untuk memperlakukan karya secara kreatif, unik?!

Bagi saya sendiri Perahu Kertas adalah pengalaman mencicip novel bergizi secara Dee. Jika Anda tekun membaca, Anda akan menemukan daya magis tulisan Dee dan tahu-tahu anda ikut tumbuh bersama tokoh-tokoh di dalamnya. Rasanya sungguh menyenangkan saat kita melihat semua karakter yang kita baca bergulat bersama waktu dan tumbuh dewasa. Mungkin inilah candu yang diberikan Dee—sebuah konsep cerita serial yang membuat kita ketagihan sampai tak tahan harus menuntaskan dengan sekali membaca. [salman/2009]



www.mediabuku.com

Mampu Menerjemahkan Inggris-Indonesia Hanya dalam 10 Jam

by: Drs. Vincent S. Hadisubroto, M.Pd.

Apakah Anda pernah membayangkan memiliki kemampuan yang bagus dan kuat dalam memahami, menjelaskan, menuliskan, dan mengucapkan suatu kalimat atau artikel bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia?

Jika Anda merasa sangat kesulitan untuk memiliki kemampuan tersebut, jangan pesimis dulu ya! Bacalah buku ini, pelajari, dan praktekkanlah, niscaya Anda akan memperoleh keyakinan baru yang amat kuat bahwa ternyata menerjemahkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sangat mudah dan sederhana, bahkan bisa Anda kuasai hanya dalam 10 jam!

Benarkah hanya dalam 10 jam Anda bisa menjadi penerjemah yang baik dan handal?

Buku ini memberikan tuntunan komplit, detail, dan praktis bagaimana metode dan tips-tipsnya agar Anda bisa memahami suatu kalimat atau ucapan dalam bahasa Inggris, kemudian menerjemahkannya secara lisan atau tulisan ke dalam bahasa Indonesia. Ditulis oleh ahli bahasa Inggris yang kenyang pengalaman, yang telah banyak menulis buku panduan bahasa Inggris dan TOEFL, Anda tak perlu ragu untuk menjadikan buku ini sebagai "teman dekat" Anda dalam mempelajari penerjemahan bahasa Inggris. Luangkan saja waktu Anda 10 jam ke depan, niscaya Anda akan terperangah oleh capaian kemampuan Anda sendiri!

Buku ini sangat cocok dimiliki oleh para siswa atau pelajar dan mahasiswa yang memiliki minat kuat pada penguasaan bahasa Inggris yang baik dan sempurna.


www.mediabuku.com

Dibesarkan Kantong Ajaib Doraemon

by: Imam Musbkin

DORAEMON: cerita fiksi karya Fujiko F. Fujio yang telah hadir dan menyapa para penggemarnya di Indonesia sejak tahun 1991. Sudah mendekati dua dasawarsa dan hal ini menjadi bukti kesuksesan Doraemon di tanah air.

Doraemon dengan kantong ajaibnya merupakan salah satu manga/anime asal Jepang yang sangat sukses merebut hati para pecintanya di tanah air. Dia bukan hanya digemari oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa, karena selain ceritanya yang menghibur, juga kemampuannya mengajarkan banyak hal, sebagai contoh tentang bagaimana membangun imajinasi dan mewujudkannya dalam bentuk karya nyata. Karena itu tak heran, berkat Doraemon inilah muncul karya-karya nyata seperti: mobil "Doraemon" Nissan Pivo 2 Concept, boneka Doraemon, helm Doraemon, dan berbagai asesoris lainnya, hingga bahkan para 'pengganggu' komputer pun membuat virus Doraemon. Inilah bukti nyata bahwa Doraemon ternyata mampu meningkatkan daya kreativitas seseorang, di satu sisi.

Tetapi jangan lupa, di sisi lain, apa gerangan yang akan terjadi bila anak-anak Anda senantiasa, intensif, dibesarkan oleh kantong ajaib Doraemon? Bagaimana efek pertumbuhan dan kesehatan psikologis anak yang terus-menerus diasah dalam kantong ajaib Doraemon?

Buku ini menyajikan penelitian psikologis yang amat penting bagi para orang tua dan guru tentang bagaimana kantong ajaib Doraemon membentuk, mengasah, dan menggembleng karakter, kepribadian, pikiran, imajinasi, harapan, kekuatan, potensi, kreativitas, kecerdasan, hingga masa depan anak-anak, baik yang bersifat positif atau pun negatif. Diharapkan, dengan memahami segala "kesaktian Doraemon", Anda akan mampu mengarahkan dan menempatkan Doraemon sebaik-baiknya di hadapan kualitas pertumbuhan dan kesehatan jiwa anak-anak Anda.


www.mediabuku.com

Tips Membuat Anak Rajin, Suka, dan Pintar Mengerjakan PR

by: A. Ruhan

Mendidik anak adalah kewajiban semua orang tua. Apabila seorang anak menjadi pemalas, maka yang harus ditinjau terlebih dahulu adalah bagaimana cara orang tua mendidiknya. Anda mungkin pernah melihat di televisi, banyak siaran-siaran yang menanyangkan tentang agresivitas anak, kemalasan anak, atau kenakalan anak. Semua itu merupakan problem yang harus dijawab oleh para orang tua.

Maka bila Anda adalah orang tua yang amat mencintai anak Anda dan peduli pada masa depannya, tentu Anda akan selalu mendampingi dan men-didik anak Anda semaksimal mungkin, baik di rumah atau sekolah, termasuk mengontrol teman-temannya.

Buku ini secara khusus memberikan panduan dan motivasi bagaimana Anda sebagai orang tua mampu mendidik anak Anda agar rajin mengerjakan pekerjaan rumah (home work) dari sekolah, dengan penuh rasa cinta dan ke-mampuan intelegensianya. Bukan karena terpaksa, takut, atau tertekan! Jika dipandang sekilas, seolah-olah hal ini sangatlah sepele dan gampang. Tetapi lihatlah ke sekitar rumah Anda sendiri saja, bukankah amat jarang orang tua yang mampu mendampingi dan mengarahkan anak-anaknya agar rajin dan gemar mengerjakan PR? Padahal anak yang sudah sampai pada tingkat me-nyenangi dan menggemari untuk mengerjakan PR, mencerminkan sosok anak yang kreatif, cerdas, tekun, disiplin, dan penuh tanggungjawab!

Bukankah setiap kita ingin melihat anak-anaknya tumbuh sebagai individu yang cerdas, penuh disiplin, dan tanggungjawab? Salah-satu kuncinya ialah dengan membangun kecintaan untuk menyelesaikan PR sekolah. Dan, wahai para orang tua, buku inilah pedoman terbaik untuk Anda...


www.mediabuku.com

PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

by: Maimunah Hasan

Tahukah Anda, wahai para orang tua, pentingnya peletakan dasar-dasar pendidikan usia dini bagi anak-anak Anda? Mengapa Anda sangat perlu meng-arahkan anak-anak Anda pada jalur pendidikan sedini mungkin? Bahkan sebelum anak-anak Anda bisa ngomong, berhitung, mengenali angka-angka, dan sebagainya?

Inilah rahasia yang harus Anda ketahui!

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum pen-didikan dasar sebagai suatu upaya pembinaan dini yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun. Jenjang pendidikan ini sangat penting dilakukan sebagai sarana menciptakan rangsangan pendidikan untuk membantu pertum-buhan dan perkembangan jasmani dan ruhani anak sedini mungkin, agar anak memiliki kesiapan optimal dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, baik yang formal, nonformal, dan informal.

Arah utama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menitikberatkan pada peletakan dasar-dasar ini:

1. Pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar).

2. Kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual).

3. Sosioemosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, yang disesuaikan dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Buku yang ada di tangan Anda ini menghadirkan penelitian mendalam dan intensif tentang seluk-beluk PAUD, urgensinya, dan manfaat-manfaat intelegensia, sosial, emosional, dan spiritual yang akan diperoleh anak-anak Anda. Bacalah, refleksikan manfaatnya, dan kemudian praktekkanlah untuk kebaikan masa depan anak-anak Anda sendiri!

Ingat, Anda penentunya, maka jangan sia-siakan waktu dini anak-anakmu!


www.mediabuku.com

16 Hari Menaklukkan Tenses

by: Badiatul Roziqin
Buku ini ditujukan utamanya kepada para siswa dan mahasiswa yang berkeinginan kuat untuk menguasai tenses bahasa Inggris dengan baik, cepat, dan komprehensif. Disajikan dengan menggunakan metode pelatihan hari ke-1 hingga hari ke-16, dilengkapi uraian praktis dan contoh ujian yang tepat guna, Anda akan benar-benar memperoleh hasil memuaskan dari sebuah metode yang pas untuk teman belajar Anda.


www.mediabuku.com