Kamis, 13 Agustus 2009

[resensi buku] Mendidik Anak di Usia Baligh

Keluarga adalah jiwa masyarakat dan tulang punggungnya. Kesejahteraan lahir dan batin yang dinikmati oleh suatu bangsa, atau sebaliknya, kebodohan dan keterbelakangannya, adalah cerminan dari keadaan keluarga-keluarga yang hidup pada masyarakat tersebut.

Keluarga adalah sekolah, tempat putra-putri bangsa belajar. Dari sana mereka mempelajari sifat mulia, seperti kesetiaan,  rahmat, kasih sayang, ghirah (kecemburuan positif), dan sebagainya. Dari keluarga pula, seorang anak dapat tumbuh dan berkembang, bagaimana ia kelak ketika dewasa tergantung dari keluarganya. Islam mewajibkan setiap orangtua memberikan pendidikan yang sebaik-baiknya kepada anak-anaknya agar menjadi Muslim yang baik --  dalam bahasa Alquran disebut qurrata a''yun (buah hati yang menyejukkan).

Salah satu fase pendidikan yang penting kepada anak adalah pada usia baligh. Sebab, usia baligh  merupakan masa penentu dalam kehidupan seseorang. Jika  sebelum masa baligh seorang anak tidak dikenakan beban taklif, maka pada usia inilah ia mulai diberikan sanksi dan tanggung jawab oleh Allah SWT.

Masa baligh merupakan masa yang amat penuh gejolak bagi banyak anak-anak. Banyak perubahan pada diri mereka yang merupakan hal baru: pengalaman haid atau mimpi basah, menjaga pergaulan di luar rumah, hubungan lain jenis, pencarian jati diri, dan lain-lain. Semua itu adalah pengalaman baru bagi mereka, namun ironisnya banyak orangtua yang tidak siap untuk memberi bimbingan kepada anak-anak mereka yang memasuki usia baligh.

Buku ini  berupaya menjawab berbagai kegelisahan para orangtua dalam mendidik anaknya, terutama di saat usia baligh. Penulis membagi bukunya menjadi enam bab. Dimulai dengan menggugah kesadaran para orangtua bahwa anak adalah nikmat dan ibadah, kemudian urgensi mendidik akhlak anak sejak dini. Bab III dan IV mengupas tentang pentingnya mengenal masa baligh, dan panduan mendidik anak usia baligh. Bab V secara khusus membicarakan faktor pendukung pendidikan, seperti contoh teladan dari orangtua, rezeki yang halal, sikap adil, serta kesabaran dalam mendidik.

 Penulis mengakhiri bukunya dengan bab penutup yang intinya menyatakan bahwa langkah-langkah yang kita lakukan dalam rangka mendidik adalah termasuk amalan-amalan ibadah yang kita persembahkan kepada Allah semata. Tugas kita adalah berikhtiar, sedangkan yang mampu memberi petunjuk sehingga seseorang menjadi baik  hanyalah Allah SWT.

Buku ini sangat perlu dibaca terutama oleh para orangtua yang memiliki anak yang sudah memasuki usia baligh maupun sebentar lagi memasuki usia baligh. Kiat-kiat praktis yang disajikan dalam buku ini akan sangat membantu para orangtua dalam mendidik anak-anaknya terutama di usia baligh. ika


www.mediabuku.com

0 komentar: